BEI Optimistis Bisa Bersaing Gaet Investor Tiongkok

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 13 Oct 2017 12:21 WIB
bei
BEI Optimistis Bisa Bersaing Gaet Investor Tiongkok
Pihak sekuritas Tiongkok, Chinese Securities of Hong Kong (HKCSA) saat menyambangi BEI. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa ‎Efek Indonesia (BEI) yakin bisa bersaing dengan bursa efek negara tetangga dalam menggaet banyak investor Tiongkok untuk masuk ke pasar modal Indonesia. Hal tersebut diyakini mampu diraih kolaborasi dengan sekuritas Tiongkok, Chinese Securities of Hong Kong (HKCSA).

Keyakinan itu, diakui ‎Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan, karena perusahaan tercatat (emiten) di Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan bisnisnya.

Oleh karena itu, untuk menyukseskan langkah tersebut, BEI akan memilih beberapa emiten di Indonesia untuk diajak ke Tiongkok. Emiten itu akan dipilih berdasarkan‎ jenis industri yang dianggap potensial dan digemari investor asing, termasuk BUMN.

"Saya rasa sekarang di antaranya adalah infrastruktur yang berkaitan dengan pembangunan di negara kita. Kemudian yang disukai investor asing adalah perusahaan dengan basis konsumen yang besar. Jadi perusahaan yang menghasilkan barang konsumsi. Kita mempunyai populasi yang besar, 262 juta penduduk," papar Nicky, ‎ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

P‎orsi investor Tiongkok di ‎bursa Indonesia, kata Nicky, masih kecil bila dibanding investor dari negara lainnya, seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS). "Mudah-mudahan ini bisa menjadi entry point untuk mereka berinvestasi di Indonesia," ungkap Nicky.

Tiongkok, sebut Nicky, menjadi salah satu negara potensial dalam menjaring investor asing. Pasalnya, selama ini investor Tiongkok hanya berinvestasi di Hong Kong, karena lokasinya sangat dekat. "Tapi selain Hong Kong mereka mulai mencoba kemungkinan melihat pasar Asia Tenggara," ujar Nicky.

Seperti diketahui, HKCSA hari ini mengunjungi BEI. Sekuritas dari Tiongkok tersebut sedang melakukan roadshow ke berbagai bursa efek di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Kedatangan mereka memiliki tujuan untuk menjajaki potensi kolaborasi dan kerjasama antar lintas negara.

"Sebenarnya untuk sektor pasar modal kita belum ada kerjasama secara langsung seperti ini, yang sudah berjalan kan lebih sektor pemerintahan, sektor pasar modal belum," ungkap Nicky.

Bursa pun akan duduk bersama dengan HKCSA dalam membahas potensi yang bisa dijalin, khususnya menarik investor asing dari Tiongkok untuk dibawa ke Tanah Air.


(AHL)