Aturan Penjatahan Saham Keluar di Kuartal II-2018

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 15 Feb 2018 14:43 WIB
sahamipo
Aturan Penjatahan Saham Keluar di Kuartal II-2018
IHSG (ANT / Agung Rajasa).

Jakarta: Aturan penjatahan saham bagi investor, baik investor ritel maupun institusi pada saat IPO di pasar modal Indonesia akan keluar di kuartal II-2018 atau mundur dari yang ditargetkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal pertama di tahun ini.

"Aturan pooling (penjatahan) sedang dibahas, sedang difinalisasi, mudah-mudahan jadi di semester I-2018 ini," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.

Samsul mengatakan tadinya aturan ini ditargekan akan keluar pada kuartal I-2018, tapi karena waktunya tinggal sebentar lagi, maka dimundurkan menjadi kuartal II di tahun ini. "Mestinya kuartal II, karena kuartal I sudah mau habis," terang dia.

Dengan memberikan penjatahan saham yang lebih baik ke investor ritel, bilang Samsul, akan meningkatkan likuiditas dan kepemilikan saham lebih bertambah. ‎
"Karena kita ingin buat IPO ini bisa lebih dirasakan oleh semua pihak. Oleh karena itu, porsi pooling-nya dilebarkan," jelas dia.

‎Meski demikian, Samsul tak menyebutkan porsi penjatahan saham ke investor ritel. Namun, besaran tersebut akan ditentukan dari valuasi dan nilai IPO perusahaan yang akan dilepas ke publik.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio pernah mengatakan, ‎langkah aturan penjatahan saham dapat meningkatkan porsi investor ritel negeri ini menjadi lebih besar. Dia juga menyatakan bahwa tingkat likuiditas di bursa akan tetap terjaga dengan baik.

Tito menyebutkan, nantinya investor ritel akan menyerap sekitar 5-10 persen, dari total saham yang dilempar saat IPO. Jika permintaan cukup banyak, maka akan ditingkatkan lagi hingga 40 persen.

"Tapi memang, kadang-kadang kalau harga bagus, ‎investor ritel suka komplain, kok saya tidak kebagian. Makanya dibikin satu peraturan sekitar 5-10 persen wajib ke ritel. Tapi, kalau permintaan banyak bisa 30-40 persen," terang Tito belum lama ini.‎


(SAW)


Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

2 hours Ago

Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan jual yang tinggi karena krisis ekonomi di Turki menggangg…

BERITA LAINNYA