OJK Belum Terima Surat Pembatalan Akuisisi Bank Muamalat oleh Minna Padi

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 15 Feb 2018 14:56 WIB
ojk
OJK Belum Terima Surat Pembatalan Akuisisi Bank Muamalat oleh Minna Padi
Bank Mualamat. ANT/Rosa.

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku belum menerima surat perihal pembatalan proses akuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk oleh PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI). Hingga saat ini pemegang saham pengendali Bank Muamalat belum melaporkan apapun kepada otoritas.

"Pemegang saham pengendali belum kirim surat ke otoritas kalau itu batal," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Kantor OJK, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Februari 2018.

Dirinya menambahkan, pemegang saham pengendali juga tidak melaporkan mengenai adanya kebutuhan modal di perseroan. Sementara investor yang tertarik untuk menjadi pemegang saham pengendali juga tidak melakukan pembicaraan dengan OJK.

"Kita itu tidak ada pemegang saham pengendalinya datang ke kita. Pemegang saham pengendali ini punya opsi, mau suntik sendiri boleh, mau minta ke orang lain boleh. Jadi yang kita tanya itu pemegang saham pengendali, kalau ada orang yang ingin menjadi pemegang saham pengendali ya ngomong ke pemegang saham pengendali," jelas dia.

Sebelumnya, PADI batal menjadi pembeli siaga (stand by buyer) Bank Muamalat. Pasalnya conditional share subcription agreement (CSSA) atau perjanjian jual beli bersyarat antara Minna Padi dan Bank Muamalat yang berakhir pada 31 Desember 2017.

Pada RUPSLB yang digelar 7 Februari 2018, PADI menyepakati penambahan modal lewat HMETD atau rights issue. Rights issue itu ialah izin prinsip yang didapatkan untuk melakukan investasi, dan juga salah satunya untuk meningkatkan modal kerja dari perseroan.

Direktur Minna Padi Harry Danardojo, menyatakan proses pembelian saham perusahaan perbankan cukup rumit dan memakan waktu lama. "Karena (ada) struktur yang belum disepakati. Ini kita bicara OJK sebagai pengawas pasar modal dan perbankan juga," kata dia.





(SAW)