Taspen Siap Serap Right Issue Waskita Toll Road

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 22 Apr 2017 09:59 WIB
taspenwaskita karya
Taspen Siap Serap <i>Right Issue</i> Waskita Toll Road
Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Taspen (Persero) tertarik menyerap saham right issue PT Waskita Toll Road untuk mempertahankan porsi kepemilkan sahamnya.

Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengatakan saat ini porsi saham Taspen di Waskita Toll Road sebesar 16,8 persen. Oleh karena itu, Taspen harus menyerapnya demi mempertahankan porsi saham tersebut.

"Itu kita lagi buat feasibility study untuk kita mempertahankan porsi kita yang sebesar 16,8 persen," kata Iqbal di Sleman, Yogyakarta, Sabtu 22 April 2017.

Ia menuturkan Taspen berminat untuk mempertahankan porsi saham di Waskita Toll Road karena melihat pertumbuhan penduduk yang cukup besar. Adapun pertumbuhan penduduk tersebut harus didukung oleh transportasi yang memadai.

Di samping itu, dirinya menilai jika sektor transportasi sangat menarik karena merupakan investasi jangka menengah dan panjang dan didukung oleh exit close.

Baca: Taspen Siap Investasi di Proyek Jalan Tol

"Waskita Tol Road menarik, karena di Indonesia itu transportasi dengan jumlah penduduk kan cukup banyak. Transportasi menarik dan sifatnya jangka menengah panjang yang ada exit close. Kalau Waskita nanti IPO, kami senang," ungkap dia.

Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan, saat ini perseroan tengah melakukan proses due dilligence untuk mempersiapkan berbagai perizinan. Sebab dalam melakukan transaksi penyertaan juga harus melalui persetujuan komite investasi.

"Investasi pada instrumen pasar modal bisa langsung, namun investasi langsung seperti di Waskita Toll Road harus melalui izin pemegang saham," ucap dia.

Adapun untuk investasi langsung, tambah Iqbal, jika menggunakan dana pensiun membutuhkan izin dari  Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sementara untuk menggunakan dana dari hasil kelolaan harus mendapat izin dari Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Iya, Ibu Rini. Kalau pakai dana pensiun izin Sri Mulyani," pungkas dia.


(AHL)