Kalbe Optimistis Penjualan Tumbuh 8%

   •    Kamis, 15 Jun 2017 11:07 WIB
kalbe farma
Kalbe Optimistis Penjualan Tumbuh 8%
Pabrik Kalbe. (FOTO: ANTARA/Audy Alwi)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) optimistis dapat membukukan kinerja yang lebih baik pada kuartal kedua 2017. Keyakinan tersebut didasari suasana Ramadan dan Lebaran yang jatuh pada periode tersebut.

"Ramadan dan Idul Fitri itu penting. Pada suasana tersebut, tarikan penjualan lebih besar pasti datang dari produk kesehatan, vitamin, dan nutrisi karena masyarakat pasti mengonsumsi lebih banyak," ujar Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius di Jakarta.

Selain dari penjualan, ia berharap pada sektor logistik yang telah disiapkan jauh-jauh hari menjelang Ramadan.

"Distribusi dan logistik kami telah antisipasi menjelang Mei. Semua sudah kami siapkan secara ekstra di cabang-cabang. Produk memang paling penting, tetapi logistik juga tetap harus lancar," tukasnya.

Menurut dia, kenaikan pada periode Ramadan dan Lebaran dapat mencapai 20 persen dari rata-rata pendapatan bulanan. "Jika dibandingkan dengan kuartal pertama, seharusnya kuartal kedua lebih tinggi. Lebih positif dan terus berlanjut di sepanjang 2017. Kami harapkan pertumbuhan bisa mencapai 8-10 persen," tuturnya.

Secara total, kinerja penjualan Kalbe Farma pada kuartal pertama 2017 tercatat sebesar Rp4,89 triliun. Angka tersebut meningkat 7,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,54 triliun.

Dari empat segmen bisnis, kata Vidjongtius, semua tercatat mengalami kenaikan. Perinciannya pendapatan dari obat resep sebesar Rp1,2 triliun, atau tumbuh 4,5 persen dari periode sama tahun sebelumnya. Itu disusul produk kesehatan yang tercatat sebesar Rp880,5 miliar, atau tumbuh 10,7 persen dari periode sama tahun sebelumnya.

Segmen nutrisi menyumbang Rp1,41 triliun, atau tumbuh 12,1 persen. Distribusi dan logistik berkontribusi sebesar Rp1,39 triliun yang tumbuh 4,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. "Ini sudah baik walaupun masih di bawah target yang kami canangkan, yakni 8 persen," papar Vidjongtius.

Tiga pabrik

Selain dari sisi internal, optimisme pertumbuhan kinerja pada kuartal kedua juga didasarkan pada kondisi perekonomian yang stabil di dalam negeri.

"Untuk industri farmasi, rupiah ialah komponen yang penting. Rupiah yang stabil seperti saat ini membuat biaya produksi juga stabil karena sebagian besar bahan baku masih harus didatangkan dari luar negeri," terangnya.

Pada tahun ini Kalbe Farma menganggarkan dana sebesar Rp1,2 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex). Hingga Maret 2017, tercatat perusahaan baru menggunakan dana capex baru Rp200 miliar.

Sebesar 80 persen capex dialokasikan untuk 3 pabrik, yakni 2 pabrik di Cikarang, Jawa Barat, serta 1 di Pulo Gadung, Jakarta. (Media Indonesia)


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA