Rupiah Perdagangan Pagi Melemah ke Rp13.551/USD

Angga Bratadharma    •    Selasa, 14 Nov 2017 08:31 WIB
kurs rupiah
Rupiah Perdagangan Pagi Melemah ke Rp13.551/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (UDS) pada perdagangan Selasa pagi terlihat melemah tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.543 per USD. Perlu sentimen positif signifikan guna memperkuat nilai tukar rupiah terus mengalami penguatan.

Mengutip Bloomberg, Selasa 14 November 2017, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melemah ke Rp13.551 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.548 per USD hingga Rp13.554 per USD dengan year to date return di minus 0,59 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.343 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 17,49 poin atau 0,07 persen menjadi 23.439,70. Kemudian S&P 500 naik 2,54 poin atau 0,10 persen menjadi 2.584,84. Indeks Nasdaq Composite naik 6,66 poin atau 0,10 persen menjadi 6.757,60.



Namun, meningkatnya kekhawatiran muncul setelah Senat Republik pada Kamis meluncurkan sebuah rencana untuk merombak kode pajak AS yang mengandung perbedaan penting dari rencana pajak DPR yang sebanding. RUU Senat akan menunda pemotongan tarif pajak perusahaan dari 35 persen menjadi 20 persen sampai 2019.

Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat AS mengumumkan awal bulan ini tagihan yang telah lama dinanti untuk merombak kode pajak AS dalam beberapa dasawarsa dengan mengurangi secara signifikan pajak penghasilan individual dan perusahaan.

Ini akan mengurangi jumlah kurung pajak pendapatan pribadi dari tujuh menjadi empat, sekaligus mempertahankan tingkat pajak penghasilan individual tertinggi sebesar 39,6 persen. Ini juga akan memotong tarif pajak penghasilan badan menjadi 20 persen dari 35 persen.

 


(ABD)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA