Jika Indeks Turun 10% BEI akan Setop Perdagangan Saham

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 09 Feb 2018 11:30 WIB
ihsg
Jika Indeks Turun 10% BEI akan Setop Perdagangan Saham
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat. (FOTO: medcom.id/Dian Ihsan)

Jakarta: Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal menghentikan perdagangan saham kalau bursa saham merosot hingga 10 persen. Saat ini gerak IHSG baru turun satu persen atau 65 poin ke posisi 6.480.

‎"Artinya ada aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, kalau market mengalami penurunan sampai batas tertentu dalam beberapa hari, OJK bisa menghentikan perdagangan. Itu kalau 10 persen, jauh lah," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat, 9 Februari 2018.

Samsul mengatakan penghentian bursa saham hingga 10 persen dan sempat dihentikan sebelumnya pernah terjadi. Kejadian itu terjadi pada 2010 atau 2011.

"Kalau tidak salah dulu pernah di 2011 atau 2010, pada saat habis Lebaran, market berfluktuasi terlalu besar. Tapi, tidak juga itu cuma satu saham atau bagaimana gitu. Tidak pasar secara keseluruhan," tutur Samsul.

Pada intinya, dia mengaku penghentian perdagangan saham ‎yang menentukan OJK. Karena, OJK mempunyai kewenangan penuh, hal itu ada dalam undang-undang (UU) pasar modal.

‎"OJK mempunyai kewenangan untuk memghentikan perdagangan dI bursa. Jika ada force major segala macam atau misalnya market turun sampai level yang telah ditetapkan. Itu pun gunanya untuk menjaga stabilitas pasar," tegas Samsul.

Sedangkan terkait berapa lama penghentian perdagangan bursa jika itu terjadi, lanjut Samsul, itu tergantung kebijakan dan situasi yang ada.‎ "Jadi memang diskresi dan enggak diatur berapa lama (penghentian perdagangan saham," pungkas Samsul.

 


(AHL)