IHSG Terkoreksi di Bawah 5.600

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 18 May 2017 09:23 WIB
ihsg
IHSG Terkoreksi di Bawah 5.600
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini masih terpantau melemah. Gerak IHSG mengikuti lemahnya bursa global dan regional yang tertekan.

Pantauan Metrotvnews.com, Kamis 18 Mei 2017, IHSG merosot 15,918 poin atau setara 0,283 persen ke posisi 5.599 pada pukul 09.14 WIB. Pada bel pembukaan perdagangan pagi, IHSG sempat dibuka ke level 5.590.

Volume perdagangan saham pagi ini dibuka sebanyak 210,5 juta lembar senilai Rp201,9 miliar. Sebanyak 63 saham menguat, 120 saham melemah, 77 saham stagnan, dan terjadi 25.133 kali frekuensi.

Tercatat indeks saham unggulan LQ45 turun 3,132 poin atau setara 0,335 persen ke posisi 931. Indeks saham syariah JII terseret 2,3 poin atau setara 0,329 persen ke 716.

Pagi ini, seluruh sektor terpantau bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Sektor yang menguat hanya dipegang dari agri dan pertambangan. Sementara konsumer menjadi yang paling melemah sebesar 11,68 poin.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp225 ke Rp10.800, PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) naik Rp110 ke Rp600, dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menguat Rp100 ke Rp5.675.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top loosers di antaranya yakni PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) merosot Rp535 ke Rp4.940, PT Link Net Tbk (LINK) melemah Rp225 ke Rp5.275, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp175 menjadi Rp13.925.

‎Kepala Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas William Suryawijaya‎ memproyeksikan jika indeks akan berpeluang menguat kembali dan mempertahankan support paling bawah di posisi 5.602.

"Penguatan indeks dibantu oleh aliran modal masuk (capital inflow) seiring kuatnya fundamental ekonomi domestik," kata William.

Menurut William, indeks berpeluang menguat ke level resisten 5.691 yang ditunjang oleh sentimen arus dana masuk ke dalam pasar modal Indonesia yang tercatat positif secara year-to-date.

"Selain itu, rilis data perekonomian masih menunjukkan bahwa secara fundamental perekonomian masih dalam kondisi stabil dan terkendali," pungkas William.


(AHL)