Analis Perkirakan Rupiah Bergerak Menguat

Angga Bratadharma    •    Jumat, 13 Apr 2018 08:31 WIB
kurs rupiah
Analis Perkirakan Rupiah Bergerak Menguat
Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)

Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak stabil setelah isu serangan Amerika Serikat (AS) ke Suriah mereda usai Presiden AS Donald Trump menolak untuk memberikan waktu yang pasti kapan serangan AS ke Suriah di mulai. Sedangkan dollar indeks tercatat tidak banyak bergerak kemarin.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan gerak nilai tukar rupiah kemungkinan menguat hari ini sering meredanya situasi geopolitik dunia. Asing kemungkinan kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia dan mendorong penguatan nilai tukar rupiah lebih lanjut.

"Gerak nilai tukar rupiah kemungkinan bergerak di rentang Rp13.730 sampai dengan Rp13.780 per USD," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 13 April 2018.

Sementara itu, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak turun. Imbal hasil US treasury jangka menengah (10 tahun) dan panjang di AS (30 tahun) pada selasa naik masing-masing sebesar tiga dan dua bps. Kenaikan tersebut kemungkinan didorong perpindahan investasi dari saham ke obligasi setelah meredanya risiko geopolitik tersebut.

Sedangkan data jobless claim AS minggu pertama April yang turun sebesar 9.000 orang menjadi 233 ribu juga turut membantu kenaikan imbal hasil US treasury tersebut. Imbal hasil SUN diperkirakan akan sedikit turun hari ini seiring meredanya tekanan terhadap rupiah dan kemungkinan kembalinya asing ke pasar obligasi.

"Imbal hasil SUN seri acuan 10 tahun kemungkinan begerak di rentang 6,50  sampai 6,58 persen," tukasnya.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 293,60 poin atau 1,21 persen, menjadi ditutup di 24.483,05 poin. Indeks S&P 500 bertambah 21,80 poin atau 0,83 persen, menjadi berakhir di 2.663,99 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 71,22 poin atau 1,01 persen, menjadi 7.140,25 poin.

 


(ABD)