Bukit Asam Bidik Groundbreaking Pabrik Gasifikasi Desember 2018

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 12 Sep 2018 23:47 WIB
Bukit Asam Bidik <i>Groundbreaking</i> Pabrik Gasifikasi Desember 2018
Illustrasi Dok : MI.

Jakarta: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan peletakan batu pertama (ground breaking) proyek pembangunan pabrik gasifikasi dapat dimulai pada Desember mendatang.

"Kita jadwalkan sesuai jadwal, mudah-mudahan Desember ini," kata Direktur Utama Bukit Asam Ariviyan Arifin di kawasan SCBD, Rabu, 12 September 2018.

Ariviyan menjelaskan, proyek pabrik gasifikasi ini akan mengubah batu bara menjadi produk baru yang memiliki nilai yang lebih tinggi seperti syngas yang merupakan bahan baku untuk proses lanjutan pembuatan Dimethyl Ether (DME) kemudian bisa menjadi bahan bakar, urea sebagai pupuk, dan polypropylene sebagai bahan baku plastik. Investasi yang akan dikeluarkan dalam membangun pabrik ini sekitar USD1 sampai USD1,5 miliar.

"Perkiraan mungkin berkisar USD1 milia4 sampai USD1,5 miliar," sebut dia.

Ia pun menuturkan dalam menggarap proyek ini Bukit Asam tidak sendirian tetapi ia menggandeng PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Mereka membuat perusahaan patungan (Joint Venture).

Selain menanam saham, Pertamina dan Pupuk Indonesia juga akan bertindak sebagai off taker atas produk yang sudah dihasilkan pabrik tersebut.

"Pertamina dan Pupuk juga off taker-nya," ucap dia.

Seperti diketahui, Bukit Asam berencana membangun pabrik pengolahan gasifikasi batu bara‎ ini di Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE) yang berada di mulut tambang batu bara Tanjung Enim, Sumatera Selatan untuk merealisasikan gasifikasi. BACIBIE akan berada pada satu lokasi yang sama dengan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8.

Arviyan pernah mengatakan pabrik ini akan mulai beroperasi pada November 2022.

"Kita harapkan ‎ya komersialnya 2022, kalau konstruksi dalam setahun ini sedang kita persiapkan mungkin di akhir 2018, atau awal 2019," tutur dia beberapa waktu lalu.

Dengan adanya pabrik gasifikasi, dia mengharapkan, produksi dapat ‎memenuhi kebutuhan pasar sebesar 500 ribu ton urea per tahun, 400 ribu ton DME per tahun, dan 450 ribu ton polyproylene per tahun.
(SAW)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA