Rupiah Melemah 41,5 Poin

   •    Senin, 10 Sep 2018 16:30 WIB
rupiah
Rupiah Melemah 41,5 Poin
Illustrasi. MI/Susanto.

Jakarta: Mata uang rupiah masih melemah. Rupiah mengalami tekanan dari membaiknya data perekonomian Amerika Serikat (AS) yang mensinyalkan adanya kenaikan suku bunga The Fed pada September.

Bloomberg, Senin, 10 September 2018 mencatat mata uang rupiah melemah 41,5 poin dengan berada pada Rp14.861 per USD. Yahoo Finance melansir mata uang rupiah melemah 37 poin dengan berada pada Rp14.852 per USD. Kemudian Bank Indonesia merekam mata uang rupiah naik dengan berada pada Rp14.835 per USD.

Indeks dolar diperkirakan menguat di sekitar level 95,0- 95,70 terhadap euro dan poundsterling. Penguatan dolar tersebut didorong baiknya data tenaga kerja di AS di mana rata-rata upah per jam di AS naik menjadi 2.9 persen (yoy) di atas ekspektasi sebesar 2,7 persen (yoy) di Agustus.

Selain itu tingkat pengangguran terbuka juga tetap stabil di level 3,9 persen di Agustus. Penguatan data tenaga kerja di AS tersebut semakin memperkuat ekspektasi investor bahwa The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga di September.

Selain kenaikan tingkat suku bunga, pernyataan Trump untuk siap menaikkan tarif terhadap impor barang dari Tiongkok senilai USD200 miliar diperkirakan akan semakin memperkuat dolar sebagai aset safe haven.

"Penguatan dolar tersebut kemungkinan akan memperlemah mata uang emerging market di pembukaan perdagangan Senin ini. Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.850 per USD-Rp14.950 per USD," kata hasil riset Samuel Sekuritas Indonesia.


(SAW)