Rupiah Berpeluang Terapresiasi

Angga Bratadharma    •    Senin, 28 Nov 2016 09:10 WIB
kurs rupiah
Rupiah Berpeluang Terapresiasi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada perdagangan Jumat sejalan dengan pelemahan USD di Asia walaupun aksi jual asing masih terlihat di pasar Surat Utang Negara (SUN) sehingga mendorong imbal hasil untuk kembali naik.

"Dengan dolar index yang terkoreksi dalam beberapa terakhir maka nilai tukar rupiah berpeluang terapresiasi walaupun pelemahan bisa kembali terjadi dalam waktu dekat," kata Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin (28/11/2016).

Tekanan pelemahan reda sesaat, situasi domestik lebih stabil. Dari domestik fokus tertuju pada inflasi November 2016 yang diperkirakan naik. Sementara aksi demonstrasi yang tidak terlihat pada Jumat pekan lalu sedikit mengurangi ketidakpastian dalam negeri.

Baca: Rupiah Perdagangan Sore Menguat Tipis ke Rp13.525/USD

"Fokus mulai beralih pada rencana demonstrasi pada 2 Desember 2016 mendatang," kata Rangga.

Dolar index terkoreksi, pertemuan OPEC jadi penentu. Dolar index terkoreksi tipis walaupun minyak mentah juga turun dalam setelah pertemuan pendahuluan antara Arab Saudi dan Rusia sebelum OPEC meeting 30 November 2016 dibatalkan. Penguatan USD sedikit koreksi terbantu harapan tambahan stimulus oleh ECB yang perlahan pudar.

Baca: Rupiah Pagi Melemah Tipis ke Rp13.570/USD

"Fokus juga tertuju pada revisi pertumbuhan PDB AS Selasa malam yang diperkirakan kembali naik ke tiga persen YoY. Sumber ketidakpastian baru dari referendum Italia yang dijadwalkan 4 Desember 2016 mendatang akan perlahan memengaruhi pasar keuangan global," pungkasnya.

 


(ABD)