Rupiah Berpeluang Terhempas ke Area Negatif

Angga Bratadharma    •    Jumat, 11 Jan 2019 09:31 WIB
kurs rupiah
Rupiah Berpeluang Terhempas ke Area Negatif
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan menguat terhadap mata uang utama dunia lainnya ke level 95,3-95,60. Penguatan USD tersebut didorong pernyataan Ketua the Fed Jerome Powell pada pertemuan Economic Club di Washington yang mengutarakan kekhawatiranya akan utang AS yang cukup besar.

"Yang dalam jangka panjang bisa meningkatkan beban bunga utang negara tersebut," ungkap Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

Oleh karena itu, the Fed berencana melanjutkan penurunan neraca the Fed yang berakibat pada turunya liquiditas yang bereda di pasar untuk menahan laju peningkatan utang yang lebih tinggi. Kenaikan indeks USD tersebut juga kemungkinan dapat menekan rupiah hari ini.

"Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.000 sampai dengan Rp14.100 per USD," sebut Ahmad Mikail.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 122,80 poin atau 0,51 persen, menjadi berakhir di 24.001,92 poin. Indeks S&P 500 bertambah 11,68 poin atau 0,45 persen, menjadi ditutup di 2.596,64 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir meningkat 28,99 poin atau 0,42 persen, menjadi 6.986,07 poin.

Saham Mac's anjlok hampir 18 persen menjadi ditutup pada USD26,11 per saham setelah melaporkan penjualan liburan yang lemah untuk 2018, dan memangkas prospek pendapatannya pada tahun ini. Jaringan toko serba ada itu mengatakan penjualan daring pada November dan Desember, serta penjualan di toko-toko yang beroperasi naik 1,1 persen secara gabungan.


(ABD)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

2 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA