Rupiah Diperkirakan Hanya Menguat Sesaat

Angga Bratadharma    •    Rabu, 30 Nov 2016 09:09 WIB
kurs rupiah
Rupiah Diperkirakan Hanya Menguat Sesaat
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih tertekan ketika USD mulai lemah di Asia dan ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta Surat Utang Negara (SUN) menjalani momentum penguatannya usai pelemahan tajam. Ketidakpastian ekonomi global perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap gerak rupiah.

"Tekanan permintaan USD yang biasanya tinggi di akhir bulan serta ketidakpastian atas demonstrasi pada Jumat mendatang diduga menjadi penyebab. Tetapi dalam jangka pendek penguatan rupiah diperkirakan akan muncul sesaat," kata Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Sementara itu, USD masih lemah dan di sisi lain Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) direvisi naik. Dolar index terus melemah hingga perdagangan semalam mengoreksi penguatan tajamnya yang dimulai dua minggu lalu. Bahkan revisi naik pertumbuhan PDB serta naiknya consumer confidence index AS gagal mengembalikan penguatan dolar index.

Baca: Sentimen Domestik, Rupiah Melemah 28 Poin

"Harga minyak terkoreksi tajam menjelang pertemuan OPEC hari ini setelah Iran dan Irak masih belum sepakat mengenai jumlah pembatasan produksi minyaknya," tutur Rangga.

Sebelumnya, Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada kuartal ketiga di 2016 ini direvisi mengalami kenaikan. Hal itu karena pengeluaran konsumen berkembang lebih cepat dari yang dilaporkan sebelumnya.

Baca: Rupiah Perdagangan Pagi Dibuka Menguat ke Rp13.525/USD

Ekonomi tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 3,2 persen pada kuartal ketiga tahun ini, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,9 persen dan pertumbuhan kuartal kedua 1,4 persen, menurut data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS, Selasa.

 


(ABD)