Rupiah Diperkirakan Rawan Balik Terkena Koreksi

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 09 Nov 2017 09:14 WIB
kurs rupiah
Rupiah Diperkirakan Rawan Balik Terkena Koreksi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mata uang rupiah bergerak positif selama perdagangan Rabu 8 November 2017, meski kenaikannya hanya satu poin ke posisi Rp13.514 per USD. Jika tidak ditanggapi sentimen positif lainnya dari dalam negeri maka rupiah justru balik melemah ke zona merah.

‎"Kembali melemahnya USD dapat membuka peluang pelemahan lanjutan bagi rupiah, jika tidak diikuti dengan sentimen positif yang ada," kata Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada‎, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis 9 November 2017.

Reza mengatakan, ‎adanya anggapan bahwa ekonomi Indonesia bertumbuh tapi diikuti dengan potensi pelemahan membuat kenaikan rupiah sebelumnya tidak dapat bertahan. Tetap mewaspadai mulai terapresiasinya USD dan berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah.

"Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran support Rp13.535 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.505 per USD," ujar Reza.

‎Reza menambahkan, meski pada perdagangan spot gerak USD cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang, tapi tidak juga membuat pergerakan rupiah mampu mengalami kenaikan.

Gerak USD melemah, masih kata Reza, seiring kekhawatiran akan tidak bisa tercapainya kesepakatan program reformasi perpajakan AS, sejalan belum adanya kemajuan terkait hal tersebut.

"Kondisi dalam negeri yang dianggap masih ada kerentanan membuat pelaku pasar cenderung menahan diri, sehingga rupiah pun kembali melemah," tutup Reza.


(ABD)