Ditundanya Pemotongan Pajak AS Berpotensi Mengurangi Tekanan Jual Asing

Angga Bratadharma    •    Jumat, 10 Nov 2017 12:01 WIB
ihsgbeipasar modal
Ditundanya Pemotongan Pajak AS Berpotensi Mengurangi Tekanan Jual Asing
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Indeks Amerika Serikat (AS) semalam ditutup melemah di tengah kekhawatiran ditundanya rencana pemotongan pajak korporasi. Realisasi pemotongan pajak korporasi dari 35 persen ke 20 persen kemungkinan ditunda hingga 2019, berseberangan dengan keinginan Presiden AS Donald Trump yang menginginkan pemotongan pajak dilakukan tahun depan.

Samuel Research Team menyebut sektor industri menjadi katalis penurunan bursa kemarin. Pasar menantikan rilis laporan keuangan Disney, Nvidia dan News Corp pada hari ini. Dari ekonomi, data jobless claims tercatat inline dengan estimasi konsensus di 239.000.

"Harga minyak tercatat menguat tipis ke USD63,9 per barel merefleksikan ketegangan politik yang berkelanjutan di negara pengeksportir terbesar, Arab Saudi," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat 10 November 2017.

Namun, OPEC dalam laporan terakhirnya memproyeksikan shale oil atau minyak serpih akan tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan dalam waktu empat tahun ke depan yang dipicu oleh penguatan harga minyak. Harga emas tercatat stabil di USD1.286 per toz dan minim katalis.

Bursa IHSG diperkirakan kembali menguat di hari ini, rencana ditundanya pemotongan pajak di US disinyalir dapat mengurangi tekanan jual asing di bursa yang sudah mencapai di atas Rp20 triliun. Pasar menantikan dirilisnya data ekspor-impor serta penjualan mobil dan motor di Oktober.

"Nilai tukar rupiah bergerak datara di Rp13.515, demikian juga dengan EIDO stabil di USD27," pungkas Samuel Research Team.

 


(ABD)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA