IPO, Anak Usaha Pelindo II Siap Melantai di BEI

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 09 Jul 2018 08:02 WIB
pelindo ii
IPO, Anak Usaha Pelindo II Siap Melantai di BEI
Ilustrasi. (Foto: Antara/Yudhi Mahatma).

Jakarta: PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk akan melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) ‎di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi ini. Perusahaan melepas 509,14 juta saham di harga Rp1.640 per saham.

Proses IPO perusahaan direalisasikan di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018, bertepatan dengan pembukaan perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Dengan begitu perusahaan akan mendapatkan kode ticker saham IPCC.

‎Perusahaan akan meraup dana segar sekitar Rp835 miliar dari proses hajatan IPO tersebut. ‎Demi mempermudah proses pelaksanaan IPO, perusahaan telah menunjuk PT Bahana Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter). ‎Sedangkan RHB akan bertindak sebagai agen penjual internasional.

Catatan Medcom.id, dana segar IPO setelah dikurangi biaya emisi, anak usaha PT Pelindo II (Persero) ini akan menggunakannya sebesar 50 persen untuk belanja modal, sebesar 25 persen untuk pembayaran kontrak sewa lahan jangka panjang di Jakarta Utara, dan sisanya 25 persen untuk modal kerja‎.

IPCC bergerak pada bidang jasa pelayanan terminal kendaraan. Adapun pelayanan jasanya meliputi Stevedoring, Cargodoring, Receiving, dan Delivery. Selain itu juga melayani pelayanan jasa lainnya, yaitu Vehicle Processing Center (VPC) dan Equipment Processing Center (EPC).

Indonesia Kendaraan Terminal menyediakan terminal yang disiapkan tak hanya untuk mobil, melainkan alat berat, truk, bus, dan suku cadang. Perseroan mengelola lahan seluas 31 hektare (ha) dengan kapasitas 700 ribu unit kendaraan per tahun.

Sesuai rencana, pada 2022, IPCC menargetkan lahan seluas 89,5 ha dengan kapasitas 2,1 juta kendaraan. Dengan demikian, perseroan diproyeksikan menjadi pengelola terminal mobil terbesar ke-5 di dunia.

Pada 2017, IPCC membukukan pendapatan sebesar Rp422,1 miliar, meningkat dibandingkan 2016 yang sebesar Rp314,3 miliar. EBITDA naik menjadi Rp175,4 miliar dari Rp133,4 miliar. Laba kotor naik menjadi Rp208,6 miliar dari Rp164,5 miliar, dan laba bersih melonjak menjadi Rp130,1 miliar dari Rp98,4 miliar.

Adapun total aset per akhir 2017 mencapai Rp336,3 miliar, meningkat dibandingkan 2016 yang sebesar Rp264,9 miliar. Liabilitas naik menjadi Rp 99,2 miliar dari Rp79,3 miliar dan ekuitas meningkat menjadi Rp237 miliar dari Rp185,6 miliar dan current ratio sebesar 3,3 kali, naik dari 2,4 kali.‎‎


(AHL)