Analis Prediksi Rupiah Masih Mampu Terapresiasi

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 13 Jul 2018 08:16 WIB
kurs rupiah
Analis Prediksi Rupiah Masih Mampu Terapresiasi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diprediksi masih mampu terapresiasi meski kekhawatiran dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok terus mampu menguatkan dolar Amerika Serikat (USD). Namun, sejumlah sentimen poitif diharapkan bisa terus berdatangan dan menahan pelemahan rupiah.

Selain perang dagang yang menguatkan USD, turunnya mata uang yen Jepang (JPY) juga memberikan kesempatan pada USD untuk kembali menguat. Tidak hanya itu, meningkatnya inflasi AS direspons positif sehingga berimbas pada meningkatnya laju USD.

"Sementara itu, meski laju USD terlihat menguat namun laju rupiah mampu terapresiasi seiring masih adanya imbas disetujuinya Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019," kata Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat. 13 Juli 2018.

Diperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.380 sampai Rp14.368 per USD. Meski terjadi penguatan namun masih rentannya rupiah dapat menghalangi potensi kenaikan lanjutan sehingga perlu dicermati berbagai sentimen, terutama pergerakan sejumlah mata uang global terhadap USD.



Di sisi lain,  indeks S&P 500 meningkat sebanyak 24,27 poin atau 0,87 persen, menjadi ditutup di 2.798,29 poin. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq berakhir dengan bertambah sebanyak 107,30 poin atau 1,39 persen menjadi 7.823,92 poin.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk Semua Konsumen Perkotaan meningkat sebanyak 0,1 persen pada Juni pada basis disesuaikan secara musiman setelah naik 0,2 persen pada Mei, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan.

Selama 12 bulan terakhir, indeks untuk semua item naik 2,9 persen sebelum disesuaikan secara musiman. Dalam laporan terpisah, departemen mengatakan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun lebih banyak dari yang diperkirakan pada minggu lalu.

 


(ABD)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

3 hours Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA