BRI Agroniaga Bidik Naik ke BUKU III di 2018

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 22 Sep 2016 13:41 WIB
bri agro
BRI Agroniaga Bidik Naik ke BUKU III di 2018
Direktur Operasional dan Keuangan BRI Agroniaga Zainuddin Mappa. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) menargetkan bisa naik kelas ke kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III di 2018. Saat ini, perseroan masih berada di level BUKU II.

Direktur Utama BRI Agroniaga I Komang Sudiarja mengungkapkan demi menggapai naik kelas ke tempat yang lebih tinggi perseroan memiliki cara khusus untuk merealisasikannya dengan menambah modal dari berbagai langkah, seperti penerbitan right issue dan Waran Seri II.

Melalui right issue, setidaknya akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 4,46 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dari proses right issue, BRI Agro akan meraih dana sebesar Rp500 miliar.

Porsi penyerapan dari right issue ini diharapkan bisa diserap PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) secara keseluruhan dari semua hak yang ada. Karena, saat ini BRI memiliki porsi kepemilikan 87,23 persen saham di BRI Agroniaga.

‎Right issue diperkirakan terjadi di akhir November 2016, di mana setelahnya total aset perseroan bisa tembus mencapai Rp10 triliun di akhir 2016. Ketika pelaksanaan right issue telah berjalan, maka enam bulan kemudian perseroan akan menerbitkan Waran Seri II. Setidaknya perseroan bisa meraih dana dari pelaksanaan penerbitan Waran sebesar Rp1 triliun.

‎"Tahun ini right issue Rp500 miliar untuk menambah modal. Dengan adanya penerbitan Waran, waran enam bulan setelah right issue, kita canangkan sekitar Rp1 triliun. Sisanya di 2018. Itu kira-kira roadmap penambahan modal BRI Agro menuju bank buku III di 2018," ungkap I Komang, ditemui usai RUPSLB perseroan di kantor pusat BRI Agro, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Direktur Operasional dan Keuangan BRI Agroniaga Zainuddin Mappa menambahkan, perseroan akan mencari alternatif lain dalam menambah modal. Rencana aksi korporasi peningkatan ke BUKU III pun telah direstui oleh BRI. Sehingga, pasti ada campur tangan dari pihak BRI dalam merealisasikan langkah peningkatan BUKU.

"Kira-kira peningkatan BUKU kita masih butuh Rp3,2 triliun. Dari right issue Rp500 miliar, Waran sekitar Rp1 triliun. K‎ira-kira itu sudah Rp1,5 triliun. Sebesar Rp1,7 triliun lagi yang kita butuhkan. Karena ini right issue melakukan emisi sudah menyampaikan ke mereka (BRI). Karena dia paling besar haknya. Oleh karena itu indikasinya, silakan ke BRI tanya-tanya lagi penambahan modal," pungkas Zainuddin.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA