Penguatan Lanjutan Rupiah Berpotensi ke Level Rp13.090/USD

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 12 Sep 2017 09:30 WIB
kurs rupiah
Penguatan Lanjutan Rupiah Berpotensi ke Level Rp13.090/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah secara tren masih bertahan naik terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Hal itu memberikan peluang terjadi penguatan lanjutan. Diharapkan sejumlah sentimen positif bisa terus berdatangan sekarang ini dan memperkuat pondasi nilai tukar rupiah untuk terus menguat.

"Akan tetapi, adanya pemberitaan bahwa Bank sentral Tiongkok, PBoC, yang berencana untuk memangkas persyaratan cadangan untuk lembaga keuangan yang menyelesaikan posisi forward valas yuan dapat berimbas pada meningkatnya nilai USD terhadap yuan," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, ‎dalam riset hariannya, Selasa 12 September 2017

J‎ika kondisi itu terjadi, Reza mengakui, maka pergerakan mata uang Asia dapat terimbas pembalikan arah melemah, khususnya bagi mata uang Garuda. Adanya keadaan itu maka rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.210 per USD, ‎sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.090 per USD.

"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan rupiah kembali variatif maupun berbalik arah melemah," terang Reza.

Reza menyatakan, kenaikan lanjutan masih terjadi pada rupiah seiring pergerakan USD yang kembali mengalami pelemahan hingga penutupan perdagangan Senin 11 September 2017. Tampaknya rupiah memanfaatkan penguatan EUR terhadap USD untuk dapat bertahan di zona hijaunya.

Lebih lanjut, Reza mengatakan, penilaian pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi AS yang kemungkinan dapat terganggu dengan adanya badai Irma yang sebelumnya juga dihantam badai Harvey serta belum adanya kejelasan akan potensi kenaikan suku bunga the Fed memberikan imbas negatif pada pergerakan USD.

Sementara itu, Reza menyebutkan, dari dalam negeri mulai banyak sentimen positif, seperti telah disepakatinya asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2018 oleh Komisi XI dan instruksi Presiden Jokowi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan hal itu memberikan angin segar bagi rupiah untuk menguat.

"Hingga langkah BI mengeluarkan aturan commercial paper untuk mencegah kembali terjadinya krisis keuangan 1998 turut berimbas pada terapresiasinya rupiah," pungkas Reza.


(ABD)