IHSG Terkoreksi ke Level 5.648

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 16 May 2017 09:44 WIB
ihsg
IHSG Terkoreksi ke Level 5.648
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini terpantau melemah tipis.

Pantauan Metrotvnews.com, Selasa 16 Mei 2017, IHSG melemah 4,795 poin atau setara 0,084 persen ke posisi 5.684. Pada bel pembukaan perdagangan pagi, IHSG sempat dibuka ke level 5.690.

Volume perdagangan saham pagi ini dibuka sebanyak 1,7 miliar lembar senilai Rp1,1 triliun. Sebanyak 128 saham menguat, 87 saham melemah, 104 saham stagnan, dan terjadi 50.746 kali frekuensi.

Tercatat indeks saham unggulan LQ45 turun 2,04 poin atau setara 0,2 persen ke posisi 950. Berbanding terbalik, indeks saham syariah JII justru menguat 0,19 poin atau setara 0,0 persen ke 729.

Pagi ini, seluruh sektor terpantau bergerak fluktuatif. Di mana sektor yang menguat paling tinggi dipegang dari konsumer sebesar 7,41 poin atau setara 0,3 persen ke 1.491. Disusul sektor agri, infrastruktur, dan pertambangan. Sedangkan sektor keuangan menjadi yang paling melemah sebesar 5,06 poin.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya yakni PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp625 ke Rp18.425, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp225 ke Rp11.100, dan PT Medco Energi International Tbk (MEDC) menguat Rp200 ke Rp2.760.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top loosers di antaranya yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merosot Rp625 ke Rp17.625, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah Rp200 ke Rp47.800, dan PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) turun Rp110 menjadi Rp4.710.

Sebelumnya, Kepala Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas William Suryawijaya‎ memprediksikan gerak indeks hari ini berpeluang mencetak rekor tertinggi, s‎eiring adanya sentimen positif terkait surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI).

"Peluang IHSG untuk kembali mencetak rekor baru masih terbuka lebar. Hari ini IHSG berpotensi menguat," ucap William.

Meski demikian, ‎gejolak harga batu bara seiring pergantian musim, tentunya akan mempengaruhi sisi permintaan yang akhirnya mempengarui pola pergerakan IHSG.

"Saat ini ‎IHSG memiliki support terdekat di level 5.623, sedangkan target resisten terdekat yang berupaya ditembus pada hari ini berada pada level 5.718," sebut William.


(AHL)