Indeks Saham Indonesia Berpotensi Melemah

Angga Bratadharma    •    Jumat, 08 Feb 2019 09:15 WIB
ihsg
Indeks Saham Indonesia Berpotensi Melemah
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Indeks saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan belum akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping sebelum periode gencatan perang dagang berakhir di awal Maret. Sedangkan perang dagang diserukan agar segera terhenti demi kepentingan bersama.

Pelemahan harga saham Caterpillar dan Deere lebih dari satu persen serta Boeing sebesar 0,9 persen yang merupakan emiten-emiten berbasis perdagangan global tersebut menjadi acuan pelaku pasar AS untuk meraba prospek ekonomi dunia. Saat ini pelaku pasar tengah mencermati rilis laporan keuangan emiten yang lain.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kami perkirakan melemah dengan minimnya sentimen positif di ekonomi global dan Indonesia," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 8 Februari 2019.

Di sisi lain, pasar menanti data defisit transaksi berjalan Indonesia kuartal IV-2018 yang akan rilis hari ini. Konsensus memperkirakan defisit CAD sebesar USD8,6 miliar, menguat sedikit dibandingkan dengan data sebelumnya yang sebesar USD8,8 miliar.

"Nilai tukar rupiah datar di Rp13.973 per USD, sedangkan pasar EIDO dan indeks syariah melemah," ungkap Samuel Research Team.

Dari pasar komoditas, harga minyak Brent turun 1,7 persen ke USD61,6 per barel dipicu oleh kekhawatiran melemahnya pertumbuhan permintaan minyak dunia di tahun mendatang. Selain itu, pasar mengkhawatirkan kemungkinan tidak terserapnya lonjakan pasokan minyak AS di pasar domestik AS maupun dunia.

"Sementara harga emas tercatat menguat ke USD1.310 per toz didorong oleh potensi tidak tercapainya kesepakatan baru AS-Tiongkok sebelum Maret," pungkas Samuel Research Team.


(ABD)