Beragam Sentimen Mewarnai Gerak Indeks Saham Indonesia

Angga Bratadharma    •    Selasa, 06 Nov 2018 08:32 WIB
ihsg
Beragam Sentimen Mewarnai Gerak Indeks Saham Indonesia
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)

Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan terakhirnya menunggu pemilu sela. Sentimen relatif beragam menunggu hasil pemilihan itu. Partai Demokrat diperkirakan menang di House, sementara Republik menang tipis di Senat. Kondisi yang imbang seperti itu akan menyulitkan pemerintah membuat kebijakan baru.

Namun, Samuel Research Team mengungkapkan, hal ini berarti ketidakpastian akan berkurang sehingga secara historis bursa saham biasanya menguat. Pendapat lain mengatakan jika Republik menang, program pemotongan pajak bisa terus berlangsung dan menjadi sentimen positif jangka pendek. Begitu pula sebaiknya.

Di dalam negeri, masih kata Samuel Research Team, angka pertumbuhan ekonomi kuartal III-2018 melebihi ekspektasi ditopang oleh konsumsi domestik, namun pertumbuhan manufaktur yang relatif melambat menunjukkan kualitas pertumbuhan yang kurang baik. Rupiah masih berada di bawah level Rp15.000 per USD.

"IHSG ditutup naik 0,24 persen kemarin dengan dan asing tercatat jual bersih di pasar reguler Rp762 miliar. Melihat bursa AS yang bervariasi dan bursa saham pagi ini yang juga beragam, IHSG diperkirakan cenderung sideways hari ini," kata Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 6 November 2018.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 190,87 poin atau 0,76 persen, menjadi berakhir di 25.461,70 poin. Indeks S&P 500 naik 15,25 poin atau 0,56 persen, menjadi ditutup di 2.738,31 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 28,14 poin atau 0,38 persen, menjadi berakhir di 7.328,85 poin.

Keuntungan indeks Dow Jones dipimpin oleh IBM, dengan saham perusahaan tersebut meningkat 3,8 persen, pada penutupan pasar. Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi, dengan sektor real estat dan energi masing-masing naik 1,69 persen dan 1,61 persen, memimpin kenaikan.

Sebagian besar saham teknologi AS mundur kembali, menyeret Nasdaq lebih rendah. Saham Apple merosot 2,84 persen pada penutupan. Penurunan terjadi setelah Rosenblatt Securities menurunkan peringkat Apple di tengah ekspektasi penjualan iPhone yang lebih rendah.


(ABD)