Kuartal I, Tiphone Mobile Cetak Pendapatan Rp6,41 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 16 Jun 2017 14:22 WIB
emiten
Kuartal I, Tiphone Mobile Cetak Pendapatan Rp6,41 Triliun
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE)‎ mencetak pendapatan sebesar Rp6,41 triliun sepanjang kuartal I-2017, atau naik 2,3 persen di periode yang sama tahun sebelumnya. Porsi pendapatan paling besar masih di segmen voucher dan kartu perdana.

"Porsi kartu perdana dan voucher mencapai Rp5,32 triliun. Sedangkan, segmen telepon selular mencapai Rp1,09 triliun.‎ Kenaikan penjualan di segmen voucher tersebut akibat peningkatan layanan data setelah operator mengeluarkan layanan 4G dan juga buah dari ekspansi perseroan," ungkap ‎Direktur Utama Tiphone Mobile Indonesia Tan Lie Pin‎, dalam siaran persnya, Jumat 16 Juni 2017.

Dengan hasil itu, posisi laba kotor TELE mencapai Rp‎367,2 miliar atau meningkat 6,1 persen dengan margin laba kotor 5,7 persen. Sedangkan, laba usaha tercatat senilai Rp266,8 miliar atau meningkat 14,5 persen dengan margin laba usaha sebesar 4,2 persen.

"Posisi laba bersih perseroan mencapai Rp117,3 miliar, atau naik 5,7 persen dari periode kuartal I-2016. Sehingga perseroan masih mampu mempertahankan marjin laba bersih sebesar 1,8 persen," ungkap Tan Li‎e Pin.

Sepanjang tahun ini, manajemen membidik angka pendapatan Rp30,8 triliun, dari porsi sebesar Rp27,3 triliun di akhir 2016. Porsi pendapatan tahun lalu naik 24,3 persen dari posisi sebelumnya di akhir 2015. "Pendapatan tahun ini akan melalui pengembangan jaringan dan layanan baru dengan kerjasama operator," ujar Tan Lie Pin.

Pembagian Dividen

Kinerja yang bagus di 2016, pemegang saham perseroan menyetujui pembagian keuntungan (dividen) sebesar Rp16 per saham, atau setara Rp117,22 miliar dari porsi laba bersih di 2016. Posisi laba bersih perseroan di 2016 sebesar Rp468,9 miliar.

Selama 2016, TELE membukukan laba bersih sebesar Rp468,9 miliar atau naik sebesar 27 persen bila dibanding pencapaian Rp370,6 miliar di 2015‎, dengan margin laba bersih tetap berada di kisaran 1,7 persen.

Laba bersih yang meningkat juga dikarenakan melesatnya posisi pendapatan perseroan yang naik 24 persen menjadi Rp27,3 triliun. Kenaikan tersebut sebagian besar disumbangkan dari pendapatan bisnis voucher yang memberikan kontribusi sekitar 80 persen dari pendapatan perseroan.

Pendapatan bersih dari segmen bisnis voucher dan kartu perdana sebesar Rp21,9 triiliun. Peningkatan pendapatan tersebut dampak dari pertumbuhan layanan data, yang diakibatkan oleh pengembangan jaringan 4G oleh operator seluler sepanjang 2016.


(AHL)