Tingkatkan Kapasitas Produksi

Kirana Megatara Berencana Relokasi 2 Pabrik

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 19 Jun 2017 13:37 WIB
emiten
Kirana Megatara Berencana Relokasi 2 Pabrik
Ilustrasi. Antara/Azis.

Metrotvnews.com, Jakarta: Manajemen PT Kirana Me‎gatara Tbk‎ (KMTR) berencana merelokasi pabrik yang ada di kawasan Langkat, Sumatera Utara dan Lampung. Setidaknya, dana belanja modal (capex) sebesar Rp100 miliar yang akan dikeluarkan perseroan dalam merealisasikan hal tersebut.

"Dana capex memang kita ‎‎sudah punya fasilitas dana kredit dari perbankan. Jadi IPO ini tidak  digunakan untuk itu," ujar Direktur Keuangan Kirana Megatara, Jenny Widjaja, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin 19 Juni 2017.

Relokasi pabrik, kata Jenny, sejalan dengan rencana perseroan dalam mengerek volume produksi. Paling tidak, dengan merelokasi dua pabrik ke lokasi yang besar, maka kapasitas produksi crumb rubber processor bisa mencapai 780 ribu ton.

"‎Kita produksi kan targetnya 500 ribu ton. Dengan dipindahkan ke lokasi yang lebih besar, kami harapkan volume produksi bisa double dari kapasitas semula," jelas Jenny.

Dengan membidik produksi 500 ribu ton di harga asumsi karet USD1,5 per kilogram (kg), lanjut dia, maka pendapatan bisa mencapai USD800 juta sepanjang 2017.

"Dibandingkan tahun lalu volumenya 440 ribu ton, dengan pendapatan sekitar USD600 juta," kata dia.

Setelah terkerek pendapatan, sambung Jenny, maka ‎perseroan bisa meraih pertumbuhan laba atau keuntungan sebesar 50 persen menjadi Rp300 miliar di tahun ini, dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp210 miliar.

"Kita bisa naikkan 50 persen profit, karena memang kuartal satu tahun ini angkanya cukup bagus. Margin keuntungan yang membuat profit naik, harga karet internasional dibandingkan tahun lalu meningkat. Sehingga petani lebih mau menyadap dan mau menjual karetnya. Akhirnya kami bisa meraih keuntungan yang diinginkan," papar Jenny.

‎‎Sekadar informasi, Kirana Megatara telah melepas‎ 1,152 miliar saham di harga Rp458 per saham. Alhasil, dana segar yang bisa diraih dari hasil IPO sebesar Rp527,82 miliar.

D‎ana segar dari hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi, ‎sebesar 22 persen untuk pelunasan pinjaman bank sindikasi yang terkait dengan pinjaman modal kerja, sebesar 58 persen untuk meningkatkan penyertaan modal di entitas anak, dan sisanya 20 persen untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.


(SAW)