Pelemahan Dolar Index Diharapkan akan Memengaruhi Pergerakan Rupiah

Dian Ihsan Siregar, Arif Wicaksono    •    Senin, 17 Apr 2017 08:58 WIB
kurs rupiah
Pelemahan Dolar Index Diharapkan akan Memengaruhi Pergerakan Rupiah
Illustrasi. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

Metrotvnews.com, Jakarta: Dolar index mempertahankan tren penurunannya merespon inflasi serta penjualan ritel AS yang memburuk pada Jumat malam.  Keputusan Trump yang tidak memasukkan Tiongkok sebagai Negara yang memanipulasi kursnya serta serangan bom ke Afghanistan, menambah alasan bagi dolar AS untuk melemah. 

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta mengatakan bahwa ketidakpastian, pilkada Jakarta jadi fokus investor. Mata uang rupiah masih di tren penguatan pada perdagangan akhir pekan lalu walaupun beberapa kurs di Asia terlihat melemah pada Jumat di saat pasar keuangan Indonesia libur. 

Dia menegaskan bahwa isu geopolitik global membawa ketidakpastian dan memicu flight to safety. Sentimen politik domestik juga menambah ketidakpastian mendekati pilkada DKI Jakarta putaran II pada Rabu mendatang. 

"Rupiah berpeluang melemah di jangka pendek. Siang ini ditunggu data perdagangan Maret yang surplusnya diperkirakan menipis," kata dia. 

Pelemahan rupiah diperkirakan akan terjadi dengan melihat larinya investasi ke aset yang safe heaven seperti emas. Namun jika perdagangan meraih hasil positif mata uang rupiah bisa berpeluang menguat pada perdagangan hari ini. 

Selain itu investor juga masih menanti pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok pada Kuartal I 2017 yang diperkirakan akan membaik. Kenaikan PDB Tiongkok diharapkan bisa mendorong ekspor indonesia ke negara itu dan secara tak langsung akan meningkatkan surplus perdagangan yang bisa berdampak kepada penguatan mata uang rupiah. 

Kenaikan Rupiah 

Analis Senior dari Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memprediksi masih adanya imbas pelemahan USD sangat berpeluang besar bagi sejumlah mata uang Asia untuk menguat, khususnya bagi rupiah untuk berpeluang melanjutkan kenaikan. "Tren penguatan rupiah yang terbentuk kami harapkan masih dapat bertahan pada perdagangan selanjutnya, akibat masih adanya imbas pelemahan USD," sebut Reza dalam riset hariannya, Senin 17 April 2017.

Menurut Reza, meningkatnya mata uang Yen dan Euro terhadap USD, serta naiknya sejumlah harga komoditas, khususnya harga minyak dapat membantu rupiah bertahan di zona hijau. "Kami perkirakan pada hari ini, rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.280 per USD, sedangkan resisten berada di level Rp13.230 per USD," ungkap Reza.


(SAW)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

2 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA