Rupiah Masih Berpeluang Menguat

Angga Bratadharma    •    Selasa, 18 Jul 2017 08:15 WIB
kurs rupiah
Rupiah Masih Berpeluang Menguat
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Surplus perdagangan bergerak naik dan nilai tukar rupiah berada di tren penguatan. Pergerakan nilai tukar rupiah masih di tren penguatan pada perdagangan Senin mengikuti penguatan kurs Asia terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Kondisi ini diharapkan bisa terus berlanjut di masa mendatang.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, surplus perdagangan Juni 2017 yang naik ke level tertinggi semenjak 2012 tidak terlalu meminta penguatan rupiah akibat lebih didominasi oleh anjloknya impor dibandingkan dengan kenaikan ekspor.

"Gerak nilai tukar rupiah masih berpeluang menguat melihat USD yang konsisten melemah di pasar global," ungkap Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa 18 Juli 2017.

Sementara itu, USD masih terkoreksi dan imbal hasil  Bund masih stabil. USD masih terkoreksi hingga dini hari tadi seiring dengan bertambahnya pesimisme domestik dan menguatnya optimisme eksternal. Setelah pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok kuartal II-2017 diumumkan lebih tinggi dari ekspektasi, Empire Manufacturing AS justru anjlok semalam.

"Imbal hasil Bund masih stabil menjelang pertemuan European Central Bank (ECB) Kamis mendatang setelah inflasi zona euro Juni 2017 diumumkan stabil," kata Rangga.

Analis Senior PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengungkapkan, masih terbatasnya kenaikan mata uang negeri Paman Sam akan memberi angin segar bagi rupiah. Mulai lambatnya kenaikan USD, seiring terimbanginya kenaikan USD terhadap yuan renminbi, setelah rilis data-data Tiongkok yang memberikan rasa optimisme kedepannya.

"Dan juga perkiraan pengetatan kebijakan moneter the Fed yang tidak akan terlalu ketat memengaruhi gerak USD," pungkas Reza.

 


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

3 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA