Rahasia BCA Raih Laba Double Digit

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 27 Jul 2017 20:46 WIB
bca
Rahasia BCA Raih Laba <i>Double Digit</i>
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (kiri). MI/Immanuel Antonius.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk atau BCA meraih pertumbuhan laba double digit sebesar 10 persen. Keberhasilan mecetak laba bersih mencapai Rp10,5 triliun dipengaruhi oleh langkah perseroan yang menjaga level Non Performing Loan (NPL) serta efisiensi dalam investasi perusahaan.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, NPL mereka bisa dijaga di level 1,5 persen atau di bawah rasio NPL industri. Padahal pada saat bersamaan banyak bank yang mengalami peningkatan rasio kredit bermasalah hingga mencapai lebih dari tiga persen.

"Jadi itu pun bank lain sudah melakukan write off dalam jumlah besar. Kami baru sedikit write off, kami belum banyak melakukan itu," kata Jahja di Hotel Indonesia Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 27 Juli 2017.

Selain menjaga rasio NPL, BCA juga melakukan efisiensi biaya ekspansi perusahaan. Di saat bank lain banyak mengeluarkan biaya untuk ekspansi usaha, BCA mulai mengurangi penambahan kantor cabang dan menggantinya dengan memperbanyak investasi di sistem digital.

"ATM ditambah dan mengganti yang rusak itu ada biaya ke operasional. Jadi kita invest cabang dampaknya bukan hanya biaya cabang untuk investasi itu tapi biaya operaisional juga akan nambah. Makanya kita bukan hanya beli ATM baru, tapi sesudah itu operasional akan nambah," jelas dia.

Dirinya menambahkan, pada saat industri perbankan tengah mengalami kemajuan bank bisa menambah kantor cabang antara 60 hingga 70 unit. Namun dengan kondisi seperti sekarang ini bank hanya bisa menambah maksimal 40 kantor cabang sehingga harus mencari efisiensi dengan memanfaatkan teknologi.

"Kami mencari efisiensi, kita investasi mesin ATM. Jadi mulai me-replace meski biayanya di awal besar. Tapi investasi mesin itu bisa sampai dua, tiga, bahkan hingga empat tahun. Kalau di cabang, kita harus bayar orang, gajinya saja naik terus. Makanya itu gambaran sukses kecil, pengendalian NPL dan juga pengaturan biaya," pungkasnya.


(SAW)