Astra International Tebar Dividen Final Rp113 per Saham

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 20 Apr 2017 15:26 WIB
astra international
 Astra International Tebar Dividen Final Rp113 per Saham
erusahaan otomotif terbesar di Indonesia, PT Astra International Tbk (ASII) berencana menebar keuntungan (dividen) ke pemegang saham sebesar Rp6,80 triliun. MTVN/Dian IS.

Metrotvnews.com, Jakarta: Perusahaan otomotif terbesar di Indonesia, PT Astra International Tbk (ASII) berencana menebar keuntungan (dividen) ke pemegang saham sebesar Rp6,80 triliun, atau setara 44,8 persen dari posisi laba bersih sebesar Rp15,15 triliun di 2016.

‎Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto ‎mengatakan, dividen sebanyak Rp6,80 triliun, atau setara dengan Rp168 per saham telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang dilakukan hari ini. Dari total tersebut, perseroan telah menebar dividen interim sebesar Rp55 per saham pada 21 Oktober 2016 yang lalu.

"Sisa dividen, dividen final tahun buku 2016 sebesar Rp113 per saham akan dibagi pada 19 Mei 2017," kata Prijono, saat ditemui usai RUPST Astra International di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis 20 April 2017.

Sedangkan sisa laba sebesar Rp8,3 triliun, Prijono mengaku, perseroan akan bukukan sebagai laba ditahan. Dengan begitu bisa menjadi modal perseroan dalam menjalankan ekspansi bisnis perseroan untuk ke depannya.

"Semua pembayaran dividen akan dijalankan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang ada di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Dan ketentuan pasar modal lainnya yang berlaku," jelas Prijono.

Selain pembagian dividen, lanjut dia, dalam RUPS perseroan juga menerima pengunduran diri Michinobu Sugata sebagai Komisaris Independen.

Seperti diketahui bersama, laba bersih Astra menjadi Rp15,2 triliun pada 2016 atau meningkat lima persen dibandingkan dengan capaian 2015. Capaian laba bersih sebagian besar dikontribusikan oleh otomotif yang mencapai Rp9,1 triliun.

Diikuti dengan alat berat dan pertambangan yang mencapai Rp3 triliun serta agribisnis yang mencapai Rp1,5 triliun. Namun, ada penurunan dari  segmen jasa keuangan, teknologi informasi, dan properti.

Kinerja Grup Otomotif Astra tumbuh cukup baik, dengan pencapaian pertumbuhan pangsa pasar mobil dan sepeda motor. Penjualan mobil Astra tumbuh 16 persen menjadi 591.000 unit, lebih tinggi dari kenaikan penjualan mobil secara nasional yang tumbuh lima persen menjadi 1,1 juta unit, sehingga pangsa pasar mobil Astra meningkat dari 50 persen menjadi 56 persen.

Sementara penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor (AHM) menurun dua persen menjadi 4,4 juta unit, lebih rendah dari penurunan penjualan sepeda motor nasional yang turun sebesar delapan persen menjadi 5,9 juta unit. 

Laba bersih Astra Otoparts, bisnis komponen Grup, tumbuh 31 persen dengan menjadi Rp418 miliar, yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan di segmen pasar pabrikan otomotif (Original Equipment Manufacturer/OEM) dan segmen after market, serta peningkatan kontribusi laba bersih dari perusahaan asosiasi.

"Kinerja penjualan alat berat dan pertambangan terpengaruh secara negatif oleh rendahnya harga batu bara, pada sebagian besar periode 2016 meskipun terjadi perbaikan kondisi pada kuartal terakhir," terang Prijono.



(SAW)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA