Kembangkan 4G LTE, First Media Bidik Pertumbuhan Pendapatan 15%

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 21 Apr 2017 18:50 WIB
first media
Kembangkan 4G LTE, First Media Bidik Pertumbuhan Pendapatan 15%
Suasana konferensi pers RUPS First Media. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT First Media Tbk (KBLV) membidik pertumbuhan pendapatan‎ sebesar 15 persen di 2017 dari total pendapatan sebesar Rp1,31 triliun di 2016. Pertumbuhan yang meningkat seiring dengan tren ekonomi domestik yang kembali pulih.

Direktur First Media Johannes Tong menyatakan, kinerja pendapatan diyakini akan lebih membaik di tahun ini, jika dibanding raupan di 2016. Nantinya, kontribusi terbesar pendapatan akan diperoleh dari segmen internet. Di mana pada 2016, segmen tersebut mencapai Rp730,28 miliar atau sebesar 56 persen dari total pendapatan di 2016.

"Kami akan berusaha untuk lebih baik pada tahun ini. Sehingga, kami optimistis revenue akan bertumbuh 15 persen di 2017," ungkap Johannes, ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) First Media di Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta Pusat, Jumat 21 April 2017.

Dalam mendukung target tersebut, diakuinya, First Media‎ bakal menganggarkan dana belanja modal (capex) sebesar Rp500 miliar di 2017. Dana itu bakal diperoleh dari kas internal, pinjaman perbankan, dan rencana aksi korporasi di pasar modal.

‎Alokasi capex, menurut Johannes, akan lebih besar mengarah ke pengembangan ‎4G LTE yang mencapai 85 persen. Hingga akhir 2016, total aset perseroan mencapai Rp12,78 triliun, angka itu mengalami penurunan akibat depresiasi atas saldo aset tetap.

Johannes menjelaskan, perseroan juga akan menambah layanan ke 120 ribu-150 ribu rumah baru yang terkoneksi (homes passed). Sehingga pada tahun ini, ada sekitar 1,95 juta-1,98 juta rumah yang terpasang layanan.

Sepanjang 2016, perseroan telah memasang ke 1,83 juta rumah di mana dalam setahun setidaknya manajemen telah menambah jangkauan layanan ke 153 ribu rumah baru. "Homes passed tiap tahunnya biasanya tumbuh 120.000-150.000, tapi di 2016 tumbuhnya lebih tinggi. Tapi pertumbuhan di tahun ini sepertinya masih steady," ujar Johannes.

Adapun bisnis di PT Cinemaxx Global Pasifik, ‎tambah dia, perseroan sudah tidak memegang lagi anak usaha tersebut. Karena, perusahaan tersebut lebih mengarah ke sektr properti atau infrastruktur.

"Jadi sudah kami divestasikan. Untuk menambah layar di tahun ini kami tidak tahu. Karena mereka divestasi di akhir tahun, jadi kami tidak tahun lagi. Sehingga Cinemaxx sudah tidak lagi menjadi bagian dari kami," tukas Johannes.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA