Sekuritas Tiongkok Jajaki Potensi Kolaborasi dengan BEI

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 13 Oct 2017 11:57 WIB
bei
Sekuritas Tiongkok Jajaki Potensi Kolaborasi dengan BEI
Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan (kedua dari kanan) saat bertemu pihak HKCSA. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Chinese Securities of Hong Kong (HKCSA) mengunjungi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Sekuritas dari Tiongkok tersebut melakukan roadshow ke berbagai bursa efek di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, untuk menjajaki potensi kolaborasi dan kerja sama antar lintas negara.

"Sebenarnya untuk sektor pasar modal kita belum ada kerja sama secara langsung seperti ini, yang sudah berjalan kan lebih sektor pemerintahan, sektor pasar modal belum," ungkap Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

Pihak bursa, tutur Nicky, akan duduk bersama dengan HKCSA dalam membahas potensi yang bisa dijalin, khususnya menarik investor asing dari Tiongkok untuk ke negeri Garuda.

‎Sekuritas dari negeri Tirai Bambu tersebut nantinya akan membawa 5-10 perwakilan perusahaan tercatat (emiten) dari Indonesia ‎untuk ke Tiongkok. Tujuannya, untuk mempromosikan kinerja bisnisnya, sehingga perusahaan tercatat yang ada di Tiongkok mau berinvestasi di pasar modal Indonesia.

"Biasanya kita bawa antara lima sampai 10 emiten tadi kita sudah bicara dan Thailand juga sudah melakukan kegiatan seperti ini. Di Tiongkok dan mereka bawa sekitar 10 emiten tahun ini pada Juni kemarin," jelas dia.

Porsi investor Tiongkok di ‎bursa Indonesia, lanjut dia, saat ini masih terbilang kecil bila dibanding investor dari negara lainnya, seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS). "Mudah-mudahan ini bisa menjadi entry point untuk mereka berinvestasi di Indonesia," harap Nicky.

Dia menambahkan, Tiongkok menjadi salah satu negara potensial dalam menjaring investor asing. Pasalnya, selama ini investor Tiongkok hanya berinvestasi di Hong Kong, karena lokasi keduanya cukup dekat. "Tapi selain Hong Kong mereka mulai mencoba kemungkinan melihat pasar Asia Tenggara," pungkas Nicky.

 


(AHL)