IHSG Pagi Dibuka di Zona Hijau

Angga Bratadharma    •    Selasa, 14 Nov 2017 09:11 WIB
ihsg
IHSG Pagi Dibuka di Zona Hijau
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa pagi terpantau kembali terjadi di mana perdagangan sore di hari sebelumnya reli harus berhenti. Sentimen positif diharapkan bisa terus berdatangan dan nantinya memberi efek positif terhadap penguatan IHSG di sepanjang hari.

IHSG Selasa 14 November 2017, perdagangan pagi dibuka menguat sebanyak 8,9 poin atau setara 0,149 persen ke posisi 6.030. Level tertinggi IHSG tercatat di posisi 6.031 dan level terendah IHSG tercatat di posisi 6.019.

Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 136 juta lembar saham senilai Rp135 miliar dengan jumlah frekuensi 7.894. Sebanyak 87 saham mengalami penguatan, sebanyak 37 saham mengalami pelemahan, dan sebanyak 92 saham tidak mengalami perubahan.

Pagi ini indeks saham unggulan LQ45 naik 1,69 poin atau setara 0,2 persen ke posisi 1.002. Sedangkan indeks JII naik 1,06 poin atau setara 0,1 persen ke 731. Sektor konsumer dan properti menjadi yang paling melemah pada pembukaan perdagangan pagi ini. Sementara sektor pertambangan menjadi yang paling menguat sebesar 8,36 poin.

Di sisi lain, bursa Wall Street pada perdagangan semalam ditutup pada teritori positif, di mana Samuel Sekuritas melihat pergerakan positif tersebut lebih dikarenakan oleh dua hal. Pertama mulai meredanya kekhawatiran investor atas ketidakpastian seputar reformasi pajak AS. Kedua, data inflasi AS yang akan dirilis pada pekan ini.

"Sementara itu, bursa utama Eropa cenderung ditutup melemah, seiring dengan turunnya saham–saham berbasis keuangan," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Pada Senin kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup datar pada level 6.021,46 seiring lemahnya sebagian besar pasar Asia Pasifik dan Eropa. Samuel Sekuritas melihat pergerakan IHSG, khususnya hari ini, berpotensi melemah, turut terpengaruh oleh tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD, melemahnya bursa regional Asia, dan negatifnya EIDO.

Selain itu, lanjutnya, potensi terkoreksinya indeks hari ini juga dikarenakan terbatasnya berita domestik yang mampu menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks. Sebagai informasi tambahan, pesimisme mengenai prospek pemangkasan pajak di AS membantu menyeret ekuitas global turun.

"Serta meningkatkan volatilitas pada pasar saham pada beberapa waktu lalu. Selain itu, Indeks MSCI akan kembali melakukan perubahan komposisi portofolio di bulan ini," sebut Samuel Research Team.

 


(ABD)