Rupiah Dibuka Tertekan ke Rp14.613/USD

Angga Bratadharma    •    Kamis, 08 Nov 2018 08:47 WIB
kurs rupiah
Rupiah Dibuka Tertekan ke Rp14.613/USD
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.590 per USD. Adapun meningkatnya cadangan devisa bisa menjadi katalis positif untuk nilai tukar rupiah kembali perkasa dan melibas pergerakan USD di sepanjang hari ini.

Mengutip Bloomberg, Kamis, 8 November 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.613 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.613 hingga Rp14.625 per USD dengan year to date di 7,89 persen. Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.399 per USD.

Di sisi lain, USD terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya naik sebanyak 3,9 basis poin, terakhir di 96,031. Euro terakhir naik 24 basis poin menjadi USD1,145. Sebelumnya, mata uang tunggal naik lebih dari satu persen di atas palung tahun ini di USD1,1301, yang dicapai pada 15 Agustus.

Pasar ekuitas menguat karena investor mendorong dana-dana ke dalam aset-aset berisiko, dengan indeks Dow naik satu persen dan S&P 500 naik 0,9 persen. Pemilihan umum sela memberikan hasil sesuai yang diperkirakan, pemisahan kontrol Kongres AS, dengan Demokrat memenangkan kendali DPR dan Republik mengukuhkan mayoritas mereka di Senat.



Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 545,29 poin atau 2,13 persen menjadi 26.180,30. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 58,44 poin atau 2,12 persen menjadi 2,813.89. Indeks Nasdaq Composite naik 194,79 poin, atau 2,64 persen, menjadi 7.570,75.

Hampir pasti bahwa Partai Demokrat akan menguasai DPR dan Partai Republik akan memantapkan cengkeramannya di Senat. Investor bullish mengikuti hasil pemilu sela karena mereka percaya bahwa kemacetan kebijakan fiskal di Washington akan membantu pasar.

Mereka mengharapkan kebijakan pro-bisnis Presiden AS Donald Trump tetap dilanjutkan, dan Kongres bisa memberikan pemeriksaan yang lebih luas atau ketat pada langkah-langkah di masa mendatang yang berpotensi mengganggu seperti kebijakan perdagangan AS terhadap mitra dagang utama.

 


(ABD)


Merpati dalam Cangkang

Merpati dalam Cangkang

22 hours Ago

NASIB maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (persero) bak burung dalam sangkar.

BERITA LAINNYA