Imbal Hasil SUN Diprediksi Naik ke 8,40%

Angga Bratadharma    •    Kamis, 04 Oct 2018 13:02 WIB
surat utangobligasi
Imbal Hasil SUN Diprediksi Naik ke 8,40%
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Jakarta: Samuel Sekuritas memperkirakan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) bergerak naik didorong oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan kenaikan yang cukup tajam terhadap imbal hasil treasury AS.

"Imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 8,25-8,40 persen," ungkap Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2018

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 54,45 poin atau 0,20 persen menjadi ditutup di 26.828,39 poin. Indeks S&P 500 naik 2,08 poin atau 0,07 persen menjadi berakhir di 2.925,51 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 25,54 poin atau 0,32 persen, menjadi 8.025,09 poin.

Caterpillar dan Boeing memimpin para pemenang di Dow. Saham kedua perusahaan tersebut masing-masing naik 2,20 persen dan 1,53 persen pada penutupan perdagangan. Saham-saham bank utama AS juga menguat karena imbal hasil obligasi AS mencapai rekor tertinggi, didorong oleh data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan.

S&P 500 melayang di sekitar garis datar, karena kerugian di sektor utilitas dan konsumen pokok mengimbangi keuntungan di sektor keuangan. Saham Apple ditutup sekitar 1,2 persen lebih tinggi, berkontribusi pada kenaikan Nasdaq. Di sisi ekonomi, pekerjaan sektor swasta AS naik 230 ribu pekerjaan dari Agustus ke September, menurut laporan ADP.

Sedangkan minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik USD1,49 atau 1,8 persen menjadi menetap di USD86,29 per barel, setelah mencapai USD86,74 atau tertinggi sejak 30 Oktober 2014. West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, ditutup USD1,18 atau 1,6 persen lebih tinggi pada USD76,41 per barel di New York Mercantile Exchange.


(ABD)


Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

5 hours Ago

Tiga maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya melakukan kebijakan me…

BERITA LAINNYA