Aksi Jual Diprediksi Buat Indeks Kembali Tertekan

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 07 Jun 2018 09:31 WIB
ihsg
Aksi Jual Diprediksi Buat Indeks Kembali Tertekan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali tertekan oleh aksi jual yang akhirnya indeks masih rentan untuk melemah. Namun, diharapkan sejumlah sentimen positif bisa berdatangan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

"Aksi ambil untung membuat IHSG gagal untuk ke kisaran 6.160-6.220. Kini aksi jual masih menghantui. Jika masih menurun, IHSG rentan ke posisi di bawah 6.000," ucap Analis Senior KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko‎, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018.

Senada dengan Yuganur, ‎Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya‎ juga memperkirakan indeks rentan mengalami koreksi. "Karena itu sifatnya konsolidasi yang masih cukup wajar," ucap dia.

Jika ada koreksi wajar, dia mengaku, ‎dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengakumulasi pembelian dengan perencanaan investasi jangka panjang. "Sa‎at ini IHSG memiliki support terdekat yang berupaya dipertahankan pada level 5.900, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.123," terang William.

‎M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)‎, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), ‎dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

‎‎Kemudian, cermati pula gerak saham PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

 


(ABD)


Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki
Di Tengah Krisis

Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki

15 hours Ago

Pejabat Turki mengatakan Qatar telah menjanjikan investasi senilai USD15 miliar berupa investas…

BERITA LAINNYA