IHSG Pagi Terlempar ke Zona Merah

Angga Bratadharma    •    Rabu, 06 Jun 2018 09:01 WIB
ihsg
IHSG Pagi Terlempar ke Zona Merah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu pagi terlihat tidak melakukan reli dan harus terhempas ke zona merah. Adanya risiko terjadinya perang dagang yang dipicu dari pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pengenaan tarif yang tinggi memberikan efek negatif terhadap gerak IHSG.

IHSG Rabu, 6 Juni 2018, perdagangan pagi dibuka melemah sebanyak 4,87 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 6.083. Sedangkan LQ45 melemah 1,23 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 972 dan JII menguat 0,55 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 700.

Pagi ini, seluruh sektor bergerak bervariasi. Sektor pertambangan menguat 8,04 poin dan sektor properti menguat 0,86 poin. Sedangkan sektor konsumer melemah 7,01 poin dan sektor perdagangan melemah 0,18 poin.

Sementara itu, saham-saham di Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi baru untuk hari kedua berturut-turut dan mengungguli indeks utama lainnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average menurun 13,71 poin atau 0,06 persen menjadi berakhir di 24.799,98 poin. Indeks S&P 500 naik 1,93 poin atau 0,07 persen menjadi ditutup di 2.748,80 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir meningkat 31,40 poin atau 0,41 persen menjadi 7.637,86 poin.



Nasdaq membuat rekor intraday baru pada perdagangan Selasa 5 Juni, terutama dipimpin oleh Netflix dan Amazon. Saham Amazon dan Netflix masing-masing naik 1,87 persen dan 1,1 persen pada penutupan pasar.

Kenaikan indeks teknologi berat Nasdaq datang setelah sesi perdagangan yang kuat pada Senin 4 Juni, ketika saham Amazon dan Apple naik ke rekor tertinggi. Indeks utama lainnya bersusah payah untuk kenaikan, karena Wall Street prihatin atas ketegangan antara Amerika Serikat dan beberapa mitra dagang utamanya.

Para investor sangat memperhatikan KTT G7 di Kanada yang akan diadakan minggu ini, di mana masalah perdagangan diharapkan menjadi isu utama. Di sisi ekonomi, jumlah lowongan kerja AS sedikit berubah pada 6,7 juta di hari kerja terakhir April, dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan.

 


(ABD)