Gencar Bangun Tol, Waskita Anggarkan Capex Rp30,7 Triliun di 2017

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 25 Nov 2016 16:33 WIB
waskita karyawaskita beton precast
Gencar Bangun Tol, Waskita Anggarkan <i>Capex</i> Rp30,7 Triliun di 2017
Ilustrasi. (Foto: Antara/Wahyu Putro).

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) Tunggul Rajagukguk mengungkapkan perseroan akan mengalokasikan dana belanja modal (capex) sebesar Rp30,7 triliun di tahun depan. Dana capex lebih banyak dianggarkan untuk pembangunan jalan tol yang akan dijalankan anak usahanya Waskita Toll Road.

"Capex Rp30 triliun, persisnya Rp30,7 triliun. Itu sebagian besar untuk pembangunan jalan tol yang akan digarap Waskita Toll Road, besarannya sekitar Rp25 triliun," jelas Tunggul, ditemui usai RUPSLB perseroan di kantor pusat Waskita Karya, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Selain ke Waskita Toll Road, Tunggul menjelaskan dana capex juga akan dialokasikan untuk PT Waskita Karya Energi sebesar Rp1,9 triliun, sebesar Rp2 triliun untuk PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), sebesar Rp 1 triliun untuk PT Waskita Karya Realty (WKR).

"Dan juga ada capex untuk Waskita sebagai kontraktor holding sebesar Rp900 miliar. Jadi total semua Rp30,7 triliun," ungkap Tunggul.

Sumber dana capex, ungkapnya, bisa didapatkan dari berbagai lini. Hal itu tercermin anak usaha WSBP yang sudah meraup dana segar dari proses IPO sebesar Rp5,1 triliun. Seperti diketahui, WBSP resmi IPO dengan melepas saham sebanyak-banyaknya 10.544.463.000 (10,5 miliar) saham di harga Rp490 per saham.

"Perolehan dana capex bermacam-macam. Ada dari WSBP yang sudah IPO, dana segar IPO diperoleh di tahun ini, tapi membelanjakan masih tahun depan (2017)," jelas Tunggul.

Tunggul melanjutkan, perseroan saat ini berharap dana capex yang dialokasikan ke Waskita Toll Road bisa didapatkan dari strategis investor, pinjaman perbankan, dan lainnya.

"Kita sedang dalam proses untuk mendapatkan investor strategis, kemudian sisanya berasal dari pinjaman perbankan dalam bentuk kredit investasi untuk masing-masing konsesi jalan tol itu sendiri BUJT. Mereka akan meminjam ke perbankan," papar Tunggul.

Sedangkan dana capex untuk WKR dan induk usaha, Tunggul menambahkan, perseroan akan dapatkan dari banyak kombinasi, seperti perbankan dan obligasi.


(AHL)