Risiko Rendahnya Inflasi Dorong Kenaikan Rupiah

Arif Wicaksono    •    Rabu, 15 Nov 2017 16:25 WIB
kurs rupiah
Risiko Rendahnya Inflasi Dorong Kenaikan Rupiah
Illustrasi. MI/Susanto.

Jakarta: Mata uang rupiah menguat pada perdagangan hari ini. Kenaikan rupiah karena rendahnya risiko inflasi setelah berbagai kebijakan pemerintah muncul.

Bloomberg, Rabu, 15 November 2017, merekam mata uang rupiah menguat 14 poin atau 0,10 persen.Rupiah bergerak pada kisaran Rp 13.532 hingga Rp13.549 per USD.

Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah melemah 23 poin atau 0,17 persen dengan berada pada Rp13.527 per USD. Bank Indonesia (BI) melansir mata uang rupiah menguat tiga poin dengan berada pada Rp13.539 per USD.

‎Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan adanya potensi penguatan dapat membuat nilai tukar rupiah kembali mampu menguat. Namun, tetap waspada terhadap berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah.

"Rupiah kami perkirakan akan bergerak di kisaran support Rp13.558 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.518 per USD," terang Reza, seperti dikutip dari riset hariannya.

Adanya langkah pemerintah yang menjamin rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik rumah tangga nonsubsidi, diakui Reza, tidak akan menyebabkan perubahan tarif listrik dan turut direspons positif karena diasumsikan tidak akan menciptakan lonjakan inflasi yang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi.


(SAW)