Rupiah Diproyeksikan Masih Terus Dibayangi

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 14 Nov 2017 09:56 WIB
kurs rupiah
Rupiah Diproyeksikan Masih Terus Dibayangi
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Analis Senior PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengungkapkan nilai tukar rupiah masih akan dibayangi pelemahan sepanjang hari ini.

"‎Ditambah dengan pergerakan USD yang kembali berbalik menguat memberikan tambahan sentimen negatif pada rupiah," ungkap Reza dalam riset hariannya, Selasa 14 November 2017.

‎Masih adanya potensi pelemahan, Reza mengharapkan, tetap waspada terhadap berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah.

"Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran support Rp13.563 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.520 per USD," ujar Reza.

Reza mengatakan, ‎di tengah pelemahan USD, gerak rupiah kembali dibayangi, dan akhirnya menguat tipis di zona hijau. Hal itu dikarenakan, mulai menguatnya USD setelah mampu melewati GBP yang terdepresiasi dan adanya imbas dari meningkatnya imbal hasil obligasi AS.

"Pergerakan GBP melemah setelah adanya mosi tidak percaya dari parlemen terhadap PM Theresia May," ungkap Reza.

Selain itu, adanya berita Pemerintah Republik Indonesia dan Jepang yang menandatangani Pertukaran Nota untuk pendanaan dua proyek di Indonesia melalui bantuan pinjaman dari Jepang sebesar 127,215 miliar yen atau sekitar Rp15,2 triliun tidak memberikan dampak yang besar bagi rupiah.

"Perkiraan Bappenas, di mana pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017 akan mencapai 5,1 persen atau di bawah target dalam APBN-P 2017 sebesar 5,2 persen, hal itu juga tidak cukup kuat berimbas positif pada rupiah," pungkas Reza.


(AHL)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA