Acset Indonusa Revisi Target Kontrak Tahun Ini

   •    Rabu, 19 Apr 2017 14:01 WIB
emiten
Acset Indonusa Revisi Target Kontrak Tahun Ini
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Acset Indonusa Tbk (ACST) merevisi target nilai kontrak mereka di sepanjang tahun ini. Sebelumnya perseroan itu menargetkan nilai kontrak sebesar Rp4,5 triliun, dan kini direvisi menjadi Rp7,5 triliun atau meningkat sekitar 66,6 persen dari target sebelumnya.

Menurut Direktur Utama Acset Indonusa, Jeffrey Gunadi Chandrawijaya, target digenjot lebih tinggi pada tahun ini lantaran pencapaian kontrak baru perusahaan hingga awal April ini sudah melampaui target, yaitu sebesar Rp6,9 triliun.

"Memang, kami targetkan Rp4,5 triliun, tapi baru sekarang sudah sampai Rp6,9 triliun. Tetapi, kami tetap canangkan sesuai kemampuan juga," ujar Jeffrey dalam keterangan pers yang diterima kemarin.

Dia merinci kontrak baru terbesar perusahaan diperoleh dari proyek tol Jakarta-Cikampek II elevated yang bernilai Rp13,5 triliun. Dalam proyek itu, perusahaan menggenggam kepemilikan saham sebanyak 49 persen, sedangkan sisanya dimiliki PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Imbasnya perusahaan berhasil mencetak kontrak baru senilai Rp6,6 triliun dari proyek tersebut. Pencapaian kontrak baru Acset Indonusa itu terbilang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan perolehan kontrak baru tahun lalu, yaitu sebesar Rp3,77 triliun.

Lebih lanjut Jeffrey menuturkan, total kontrak yang sudah didapatkan perusahaan ini sebesar Rp12 triliun. Kontrak itu terbagi dari kontrak baru Rp6,9 triliun, dan kontrak carry over (pengalihan) dari beberapa tahun lalu sebesar Rp5,1 triliun.

"Kami harapkan, dengan Rp5,1 triliun kontrak on hand dan Rp6,9 triliun kontrak baru, kami bisa dapat pendapatan Rp3,5 triliun," terang Jeffrey.

Menurut dia, target itu naik 95,53 persen dari total pendapatan perusahaan tahun lalu sebesar Rp1,79 triliun, dengan pendapatan tahun lalu bertumbuh 32,2 persen dari Rp1,36 triliun.

Perusahaan bakal menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) kurang lebih sama dengan tahun lalu, yakni Rp120 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk menambah kepemilikan saham di anak usaha, yaitu PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia (BINKEI) sebesar Rp28,7 miliar, dan menambah peralatan.

"Mekanisme capex dari pinjaman pemegang saham, pinjaman bank, dan kas internal. Tetapi, itu stand-by, kalau ada keperluan dalam jumlah besar, akan didiskusikan lagi," pungkas dia. (Media Indonesia)


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA