Setelah Tertekan

Indeks Berpeluang Menguat ke 5.870

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 07 Aug 2017 09:01 WIB
ihsg
Indeks Berpeluang Menguat ke 5.870
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sering diterpa penurunan diproyeksikan mulai berkurang. Hal itu membuat indeks berpeluang menguat ke level 5.870. Sejumlah sentimen positif diharapkan bisa terus berdatangan untuk mendukung pencapaian tersebut.

‎Analis Senior PT KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko menyatakan, indeks telah terkoreksi sekitar 5-10 persen di periode Juni-Juli. Tapi, kondisi itu tidak akan terus bertahan lama, karena pelaku pasar meredam kejadian tersebut.

‎"Indeks akan mengarah kisaran 5.745-5.870. Karena indeks masih akan menguat dan ujungnya indeks akan mengarah ke posisi 5.920," tutur Yuganur, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 7 Agustus 2017.

Sementara itu, ‎Kepala Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas, William Suryawijaya‎ mengakui, indeks masih akan terjadi koreksi, karena dibayangi fluktuasi harga komoditas global. "‎Harga komoditas yang masih berfluktuasi memberikan pengaruh terhadap pola pergerakan IHSG hingga saat ini," tutur William.

Tekanan yang terjadi pada indeks, kata William, masih terbilang wajar mengingat pola pergerakan indeks tidak diiring oleh nilai capital outflow yang signifikan. Saat ini, IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.752.

"Ketika itu sudah bisa dipertahankan maka target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 5.876," ujarnya.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Astra International Tbk (ASII), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Selain itu, perlu pula mencermati pergerakan saham seperti PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).‎‎


(ABD)