Imbal Hasil SUN Masih Alami Pelemahan

Angga Bratadharma    •    Senin, 07 Aug 2017 09:45 WIB
surat utangobligasi
Imbal Hasil SUN Masih Alami Pelemahan
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Imbal hasil global bergerak bervariasi dan arah kebijakan dari Bank Indonesia (BI) lebih dovish. Walaupun imbal hasil UST naik akibat baiknya data serapan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) tetapi imbal hasil obligasi negara lain terlihat masih di tren turun.

"Kondisi itu menandakan bahwa saat ini harapan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) target lanjutan masih rendah," ujar Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 7 Agustus 2017.

Dari domestik, walaupun ada ancaman kenaikan emisi Surat Utang Negara (SUN) serta korporasi hingga akhir 2017, pernyataan BI yang lebih dovish akhir pekan lalu berhasil mendorong imbal hasil SUN untuk terus turun.

Reaksi BI berkaitan dengan inflasi Juli 2017 yang turun ke bawah empat persen YoY serta daya beli masyarakat yang dipercaya melemah belakangan ini walaupun pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) membaik tetapi rilis pertumbuhan PDB kuartal II-2017 akan memperjelas kualitas pertumbuhan Indonesia di 2017.

"Yang dalam hal ini pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan oleh pemerintah membaik ke 5,2 persen YoY," kata Rangga.

Sementara itu, serapan tenaga kerja AS mulai mengalami perbaikan dan harga minyak masih kuat. Dolar index menguat tajam di perdagangan Jumat malam, merespons data serapan tenaga kerja serta tingkat pengangguran AS yang relatif baik.

Sedangkan pernyataan Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS yang mempromosikan pengurangan pajak korporasi juga ikut mengangkat optimisme terhadap USD. Pergerakan USD yang sempat mengalami pelemahan di Asia menjelang akhir pekan lalu diperkirakan bisa menguat.


(ABD)