GMF Bidik Rp2,7 Triliun Gandeng Investor Strategis

Desi Angriani    •    Selasa, 10 Oct 2017 11:21 WIB
gmf aeroasia
GMF Bidik Rp2,7 Triliun Gandeng Investor Strategis
Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury (Foto: MTVN/Desi Angriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anak Usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk resmi mencatatkan saham perdana. Usai melakukan aksi korporasi maka GMF AeorAsia siap memacu aktivitas bisnis agar bisa lebih maksimal di masa mendatang.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury mengatakan, setelah resmi melantai maka GMF menargetkan USD200 juta atau Rp2,7 triliun dari 20 persen saham yang dilepas untuk investor strategis. Sementara 10 persen saham lainnya dilepas ke publik dari total 2,82 miliar lembar saham yang ditawarkan.

"Sebanyak 20 persen dari total market cap ya kisaran USD200 juta," kata Pahala, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Pahala mengungkapkan Garuda Maintenance Facilities masih dalam proses pemilihan dari lima calon investor strategis untuk pelepasan saham 20 persen tersebut. Sebab itu, dirinya enggan membocorkan nama-nama investor strategis yang berminat untuk membeli saham GMF

"Sebanyak 4-5 mitra ini juga kita tekankan ke potensial strategic partner tidak memiliki preferensi ke strategic partner siapapun. Enggak bisa karena mereka, kita juga belum announce secara formal," tutur dia.

Dia berharap pelepasan saham untuk investor strategis rampung di akhir 2017 dengan financial closing ditargetkan 2018. "Kita berharap sebelum akhir tahun mungkin di awal-awal Desember," tutup dia.

Pada debut perdananya, saham GMFI dibuka pada posisi Rp408 per lembar saham atau naik dua persen setara delapan poin. Harga tertinggi Rp410 per saham dan harga terendah Rp408 per saham. Volume perdagangan sebanyak 349 lot dengan frekuensi 3 kali yang menghasilkan transaksi nilai Rp14,3 juta.

Adapun saham dengan kode GMFI ditawarkan ke publik dengan harga Rp400 per saham. Dengan harga tersebut maka perseroan bakal mengantongi dana segar Rp1,2 triliun. Selama proses penawaran, saham GMFI mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 2,6 kali.


(ABD)