Pasar Modal Masih Menjadi Tujuan Utama Raih Pendanaan

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 10 Mar 2018 10:28 WIB
ihsgbeipasar modal
Pasar Modal Masih Menjadi Tujuan Utama Raih Pendanaan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan terdapat satu obligasi dan satu Efek Beragun Aset (EBA) yang dicatatkan pada pekan ini. Hal ini menunjukkan industri pasar modal Indonesia masih menjadi tujuan utama bagi perusahaan memperoleh pendanaan guna ekspansi usaha.

Mengutip keterangan tertulis BEI, di Jakarta, Sabtu, 10 Maret 2018, satu obligasi korporasi dicatatkan di BEI pada pekan ini yakni Obligasi Berkelanjutan III BFI Finance Indonesia Tahap IV Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT BFI Finance Indonesia Tbk dengan nilai emisi Rp2,16 triliun yang dicatatkan di Rabu 7 Maret.

Sedangkan pada Jumat 9 Maret 2018, diadakan seremonial pencatatan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial–Bank Tabungan Negara Nomor 04 (EBA-SP SMF-BTN04).

Dengan pencatatan ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 354 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp401,90 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan 114 Emiten. Sebanyak 92 seri Surat Berharga Negara (SBN) telah dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Rp2.138,17 triliun dan USD200 juta, serta 10 emisi Efek Beragun Aset senilai Rp9,93 triliun.



Satu Galeri Investasi BEI kembali diresmikan pada pekan ini. Galeri Investasi BEI yang terletak di Pasar Sepinggan Balikpapan merupakan Galeri Investasi BEI Pasar kedua dan Galeri Investasi BEI ke-347 di seluruh Indonesia. Galeri Investasi BEI Pasar Sepinggan Balikpapan ini merupakan inisiatif dari Galeri Investasi BEI Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan yang bermitra dengan Phintraco Sekuritas.

Selain itu, BEI bersama Stock Exchange of Thailand menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan kerja sama pengembangan pasar modal terutama transaksi lintas batas, teknologi informasi, dan kesempatan bisnis antara kedua Bursa Efek.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perubahan pada penutupan perdagangan pekan ini sebesar 2,69 persen menjadi 6.433,32 poin dari 6.582,31 poin pada akhir pekan sebelumnya. Nilai kapitalisasi pasar BEI pada pekan ini juga berubah 2,26 persen menjadi Rp7.156,91 triliun dari Rp7.322,68 triliun pada sepekan sebelumnya.

Rata-rata nilai transaksi harian BEI pada pekan ini mengalami perubahan 16,11 persen menjadi Rp8,07 triliun dari Rp9,62 triliun sepekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga berubah 32,01 persen menjadi 10,17 miliar unit saham dari 14,96 miliar unit saham sepekan sebelumnya, dan rata-rata frekuensi transaksi harian BEI mengalami perubahan 2,69 persen menjadi 402,23 ribu kali transaksi menjadi 413,36 ribu kali transaksi sepekan sebelumnya.

Investor asing mencatatkan nilai jual bersih pada pekan ini sebesar Rp4,51 triliun. Di sepanjang tahun ini investor asing mencatatkan jual bersih dengan nilai Rp14,43 triliun.

 


(ABD)