Indeks Dibayangi Sentimen Global dan Gerak Rupiah

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 14 Nov 2017 09:43 WIB
ihsg
Indeks Dibayangi Sentimen Global dan Gerak Rupiah
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini tetap berpotensi naik akan kembali tersendat oleh sentimen negatif global, setelah kemarin mengalami pelemahan tipis ke level 6.021.

"Indeks terpengaruh sentimen negatif global. Meski pengaruhnya hanya sedikit, dan pelaku pasarakan menanti siklus kenaikan berikutnya," ‎kata Analis Senior PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko, dalam riset hariannya, Selasa 14 November 2017.

‎Kepala Analis PT Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya‎ ‎mengatakan, saat ini indeks terlihat masih memiliki kemampuan untuk kembali melanjutkan proses kenaikan. Namun, perlu diwaspadai jika ada tekanan pada rupiah.

"Meski belum terlihat sesuatu yang mengkhawatirkan. Karena, cukup wajar mendekati akhit tahun jika rupiah mengalami depresiasi," jelas William.

Peluang kenaikan indeks, bilang William, akan ditunjang oleh data-data makro yang telah terlansir di bulan ini. Karena, data tersebut menunjukkan kondisi ekonomi yang masih stabil.

"Saat ini indeks memiliki level support terdekat 5.972, sedangkan target resisten terdekat yang berupaya ditembus di posisi 6.123," sebut William.

‎Mengamati keadaan satu hari ini, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

Kemudian, cermati juga saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR).


(AHL)