Gejolak IHSG tak Pengaruhi IPO di Kuartal I

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 09 Feb 2018 13:35 WIB
ihsgipo
Gejolak IHSG tak Pengaruhi IPO di Kuartal I
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini bergerak fluktuatif. Perdagangan hari ini indeks telah turun 72 poin atau setara 1,1 persen ke posisi 6.472 dibandingkan sebelumnya masih sempat berada di posisi 6.544.

Walaupun pasar bergejolak belakangan ini, ‎Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat‎ masih optimistis banyak perusahaan yang akan IPO di kuartal I tahun ini. Jika ada yang menunda, hal itu merupakan kewenangan dari perusahaan tersebut.

"Kami kira pasar juga baru 2-3 hari ini saja (mengalami fluktuatif). Memang bagi calon emiten baru, saya kira mereka harus kalkulasi kondisi ini. Bagi yang mau terus (mau IPO), ya terus. Bagi yang mau full, ya saya kira ‎ini pilihan mereka," tutur Samsul, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat, 9 Februari 2018.

Pada kuartal I tahun ini, telah ada satu perusahaan yang menjadi emiten baru di bursa, yakni PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM). Perusahaan melepas  melepas saham sebanyak-banyaknya 200 juta lembar di harga Rp208 per saham.

Perseroan meraup dana segar lebih dari Rp41,6 miliar dari proses hajatan IPO tersebut. Dana‎ segar dari hasil IPO setalah dikurangi biaya emisi, sebesar 97 persen untuk modal kerja perseroan, sedangkan sisanya tiga persen untuk pembiayaan research and development (R&D).

Samsul sebelumnya pernah mengungkapkan sebanyak delapan perusahaan akan IPO di kuartal I-2018. Semua perusahaan itu sudah masuk dalam pipeline bursa.

"Ada delapan perusahaan, semuanya di kuartal I," kata Samsul.

Delapan perusahaan tersebut akan menggunakan laporan keuangan September 2017 sebagai persyaratan melantai di pasar modal. Sayangnya, dari delapan nama perusahaan, tidak ada nama anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang digadang-gadang akan melakukan IPO tahun ini.

Sebanyak delapan perusahaan tersebut, terdiri dari PT BTPN Syariah Tbk, PT Sky Energy Indonesia Tbk, PT Borneo Olah sarana Sukses Tbk, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk, PT Tridomain Performance Material Tbk, PT Jaya Trishindo Tbk, PT Artajasa Pembayaran Elektronis Tbk, dan PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk.


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

4 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA