Vale Indonesia Berhasil Bukukan Laba di 2018

   •    Kamis, 07 Feb 2019 16:45 WIB
vale indonesia
Vale Indonesia Berhasil Bukukan Laba di 2018
Illustrasi. Dok : AFP.

Jakarta: PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berhasil membukukan laba bersih pada 2018 sebesar USD64,36 juta. Ini lebih baik ketimbang capaian 2017 ketika Vale Indonesia mencatat rugi sebesar USD15,2 juta.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dikutip Medcom.id, Kamis, 7 Februari 2019, laba yang diperoleh selama 2018 didukung oleh pendapatan yang  mengalami meningkat 23,44 persen, dari sebesar USD629,33 juta di 2017 menjadi USD776,9 juta pada 2018.

Lalu, beban pokok pendapatan perseroan di tahun 2018 juga mengalami peningkatan sebesar USD50,1 juta atau delapan persen dari USD622,8 juta di 2017 menjadi USD672,9 juta pada 2018.

Perseroan juga membukukan EBITDA atau laba sebelum pajak sebesar USD235,7 juta. Capaian ini didorong oleh peningkatan harga realisasi nikel dan kemampuan manajeman biaya yang baik. 

"Kenaikan harga tentunya membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan kami," kata CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 7 Februari 2019.

Nico menjelaskan harga realisasi rata-rata pengiriman nikel dalam matte di 2018 sebesar USD10.272 per ton atau naik 27 persen dari harga 2017 sebesar USD8.106 per ton. 

Tahun lalu, Vale Indonesia juga telah melakukan penghematan USD10,8 juta. Sehingga dalam tiga tahun sebenarnya target penghematan bisa mencapai USD50 juta.

Sementara itu, untuk kas dan setara kas perseroan pada 31 Desember 2018 perseroan mencatat sebesar USD310,1 juta, atau meningkat USD79,5 juta dari saldo 31 Desember 2018. Kemudian capaian belanja modal pada 2018 sekitar USD99 juta atau meningkat USD68,5 juta dari periode 2017.

Pada 2018, Vale Indonesia memproduksi 74.806 metrik ton nikel dalam matte, turun hampir 3 persen dari produksi tahun lalu sebesar 76.807 metrik ton. 

"Penurunan ini terutama didorong oleh kandungan rata-rata nikel yang lebih rendah pada tahun 2018 dan dampak dari kegiatan pemeliharaan yang tidak terencana pada kuartal III-2018," jelas dia.

Pada 2018, Vale Indonesia menerima izin eksplorasi untuk Blok Sorowako, Bahadopi dan Pomalaa. Selain itu, perseroan juga menerima izin eksploitasi untuk Blok Sorowako, yang mengharuskan perusahaan membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kehutanan sebesar USD149 per metrik ton.




(SAW)