Rupiah Pagi Perkasa di Rp13.945/USD

Angga Bratadharma    •    Jumat, 01 Feb 2019 09:03 WIB
kurs rupiah
Rupiah Pagi Perkasa di Rp13.945/USD
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.972 per USD. Derasnya arus modal yang masuk ke Indonesia akhirnya membuat rupiah kembali ke level Rp13.000 per USD.

Mengutip Bloomberg, Jumat, 1 Februari 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka perkasa di Rp13.945 per USD. Nilai tukar rupiah diprediksi berada di kisaran Rp13.945 hingga Rp13.950 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.747 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 15,19 poin atau 0,06 persen, menjadi berakhir di 24.999,67 poin. Indeks S&P 500 ditutup meningkat 23,05 poin atau 0,86 persen, menjadi 2.704,10 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 98,66 poin atau 1,37 persen, menjadi berakhir di 7.281,74 poin.

Adapun General Electric melaporkan laba triwulanan yang beragam dengan pendapatan mengalahkan estimasi Wall Street dan labanya yang jauh dari perkiraan. Perusahaan melaporkan laba per saham yang disesuaikan sebesar USD0,17 dengan pendapatan USD33,28 miliar.

Saham General Electric melonjak 11,65 persen menjadi ditutup pada USD10,16 per saham. Sedangkan Facebook membukukan laba per saham sebesar USD2,38 dengan pendapatan sebesar USD16,91 miliar, melampaui estimasi Wall Street.

Situs web media sosial ini mencatat pengguna aktif harian rata-rata 1,52 miliar untuk Desember 2018, meningkat 9,0 persen dari tahun ke tahun. Pengguna aktif bulanannya mencapai 2,32 miliar pada Desember 2018, juga meningkat 9,0 persen dari tahun ke tahun.

Pada Rabu 30 Januari, Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di kisaran 2,25 persen hingga 2,50 persen dan mengatakan akan bersabar tentang pergerakan kenaikan suku bunga berikutnya. Pasar saham AS melonjak setelah pengumuman keputusan Federal Reserve (Fed).


(ABD)