Melantai di Bursa

Phapros Jadi Emiten Terakhir Tahun Ini

Nia Deviyana    •    Rabu, 26 Dec 2018 11:55 WIB
ihsgemitenbeipasar modal
Phapros Jadi Emiten Terakhir Tahun Ini
Suasana saat manajemen Phapros melakukan pencatatan saham di BEI, Jakarta (Foto: Medcom.id/Nia Deviyana)

Jakarta: Perusahaan farmasi dan alat kesehatan nasional PT Phapros Tbk secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Phapros menjadi emiten ke-57 atau terakhir yang mencatatkan di bursa pada tahun ini.

Dengan tercatatnya saham Phapros di BEI, diharapkan harga saham berikutnya bisa sesuai dengan mekanisme pasar mengingat sebelumnya jual beli saham dilakukan melalui pasar konvensional sehingga harganya tidak memiliki standar yang jelas.

Perusahaan berkode PEHA ini melepas 840 juta lembar saham modal yang ditempatkan pada harga Rp1.198 per lembarnya. Harga penawaran tersebut naik tipis sebanyak 0,98 persen menjadi Rp1.200, namun tidak ada transaksi.

"Kami sementara memang baru mencatatkan dulu agar kami bisa menyempurnakan status listed," ujar Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 26 Desember 2018.

Perempuan yang akrab disapa Emmy ini menambahkan, meski pergerakan saham terkesan stagnan, Phapros telah sudah memiliki 1.007 pemegang saham yang kedepannya diharapkan dapat terlibat secara aktif.

Berdasarkan laporan keuangan audit per September, perseroan berhasil meraih pendapatan sebesar Rp697 miliar atau meningkat 8,8 persen dibandingkan dengan pendapatan periode yang sama pada tahun lalu. Sedangkan di sisi laba bersih meningkat sebesar 33,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Per September 2018, Phapros telah membukukan laba Rp96 miliar. Ini sesuai dengan harapan komisaris dan direksi untuk tumbuh double digit," kata Emmy.

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama Phapros Y Nanang Marjianto mengatakan, pencatatan di BEI dapat meningkatkan penerapan GCG terutama dari sisi transparasi dan akuntabilitas publik.

"Dengan penerapan GCG lebih baik serta didukung citra perusahaan yang meningkat, diharapkan perseroan mendapat maanfaat dari sisi pendanaan pasar modal yang signifikan," kata dia.

Sebelumnya, Phapros telah mengembangkan bisnis anorganiknya dengan mengakuisisi perusahaan farmasi PT Lucas Djaja dan entitas anak yang berlokasi di Bandung.


(ABD)


PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

2 days Ago

Perlakuan pengenaan pajak pendapatan nilai (PPN) untuk avtur bagi penerbangan domestik di Indon…

BERITA LAINNYA