Pembayaran Bunga Obligasi-Sukuk Ditunda

Bursa Berencana Panggil Direksi TPS Food

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 06 Jul 2018 16:51 WIB
emitenbeipasar modalipotiga pilar sejahtera food
Bursa Berencana Panggil Direksi TPS Food
Ilustrasi BEI (ANTARA FOTO/Fanny Kusumawardhani)

Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana memanggil Direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) atau TPS Food. Pemanggilan itu lantaran adanya penundaan pembayaran bunga atas obligasi dan sukuk ijarah TPS Food I 2013 yang mengakibatkan bursa memutuskan perdagangan obligasi dan saham perusahaan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan sebelumnya pihak TPS Food sudah melakukan upaya penyelesaian mengenai hal tersebut. Mereka mengatakan sedang merestrukturisasi utang-utangnya.

"Tadi malam sudah sampaikan bahwa sedang restrukturisasi," kata Nyoman, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

Namun demikian, Nyoman menegaskan, bursa akan tetap memanggil Direksi TPS Food untuk melihat laporan keuangan perusahaan. Apakah ada keuangan perusahaan yang bisa digunakan untuk membayarkan utang obligasi atau tidak.

"Kita tentunya mendengarkan dan memanggil mereka. Wajib direksi hadir terus kita akan tanyakan kerelaan mereka," ucap dia.

"Misalnya laporan keuangan per Maret di sampaikan April bisa jadi di situ ada cash atau setara kas, tapi setelah periode itu misalnya di Juli bisa jadi kondisinya berbeda. Jadi willingness penting namun kalau kondisi tentu kita harus tanyakan," imbuh dia.

Seperti dikutip dalam keterbukaan, Direktur Utama Tiga Pilar Sejahtera Food Joko Mogoginta menyampaikan, perusahaan belum dapat menyetorkan dana ke rekening KSEI untuk pembayaran bunga obligasi dan sukuk yang jatuh tempo pada 5 Juli 2018.

"Perusahaan sedang mengupayakan proses restrukturisasi Obligasi dan Sukuk Ijarah TPS Food I Tahun 2013 tersebut dan kami akan menginformasikan kembali mengenai proses tersebut," kata Joko. Adapun obligasi dan sukuk ijarah ini akan jatuh tempo pada 5 April 2018 dengan tingkat suku bunga tetap 10,25 persen. Bunga dan fee ijarah dibayarkan setiap tiga bulan.


(ABD)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

3 hours Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA